Temui Mendag China di Shanghai, Airlangga Dorong Kemitraan Ekonomi yang Lebih Seimbang

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menjalankan pertemuan bilateral bersama Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Wang Wentao, di Shanghai, Jumat (17/7).

Pertemuan ini bertujuan memperkuat kemitraan ekonomi strategis di bidang perdagangan, investasi, energi terbarukan, hingga kerja sama regional.

“Indonesia dan RRT memiliki struktur ekonomi yang saling melengkapi. Kerja sama ke depan perlu diarahkan pada peningkatan nilai perdagangan yang makin seimbang, investasi yang berkualitas, transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kapasitas industri nasional,” ujar Airlangga lewat keterangannya yang diikutip pada Sabtu (18/7/2026).

RRT pada saat ini merupakan mitra dagang utama Indonesia bersama nilai total perdagangan mencapai 154,6 miliar dolar AS pada tahun 2025, mencatat tren pertumbuhan 7,24 persen selama periode 2021–2025.

Dari sisi investasi, RRT menjadi salah satu dari tiga sumber penanaman modal asing terbesar di Indonesia bersama realisasi hampir 8,1 miliar dolar AS atau sekitar 13 persen dari total investasi asing pada 2025, dominan di sektor industri pengolahan, energi, dan transportasi.

Terkait kerangka Two Countries Twin Parks (TCTP), kedua negara telah menandatangani 30 Nota Kesepahaman (MoU) bersama estimasi nilai investasi sekitar Rp37,1 triliun.

Airlangga mengimbau komitmen realisasi konkret dari MoU tersebut, termasuk mendorong pembentukan usaha patungan (joint venture).

Indonesia juga mengusulkan perluasan kawasan mitra TCTP demi memeratakan manfaat investasi.

Untuk mengawal investasi masuk, institusi pengelola investasi Danantara diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis untuk investor RRT guna memperkuat kapasitas produksi nasional dan mengembangkan proyek prioritas yang berorientasi ekspor.

Di sektor energi bersih, Menko Airlangga mengundang partisipasi korporasi RRT demi mendukung program pengembangan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW).

Pemerintah mengapresiasi keterlibatan RRT semasih belumnya dalam pembangunan PLTS Terapung Cirata. Ke depan, Indonesia mendorong penguatan rantai pasok industri panel surya yang telah beroperasi di dalam negeri agar menjadi makin lengkap dan terintegrasi.

Dalam lingkup regional, Indonesia mengimbau dukungan RRT terkait rencana pembentukan dan penempatan Sekretariat Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) di Indonesia demi memperkuat koordinasi antarnegara anggota.

Indonesia juga mendorong inisiatif penguatan RCEP 3.0 agar relevan bersama dinamika transformasi digital dan rantai pasok global.

Selain itu, Airlangga menyampaikan dukungan atas keketuaan RRT dalam APEC 2026. Momentum APEC 2026 diharapkan dapat dimanfaatkan demi mempersiapkan kesepakatan proyek prioritas baru yang konkret menjelang pertemuan Kepala Negara Indonesia dan RRT.

“Pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga ketentuan kebijakan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kami menginginkan pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dan proyek yang konkret,” pungkas Airlangga.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *