Tetap Harus Dikawal, JARI 98 Minta Publik Jangan Terkecoh Isu Selain Kasus Febrie Adriansyah

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (JARI 98) Willy Prakarsa mengimbau publik tidak kehilangan fokus terhadap perkara yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.

Pernyataan Willy disampaikan di tengah ramainya pemberitaan nasional mengenai pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa serta sejumlah operasi penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Secara faktual, Purbaya telah digantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026. Pergantian tersebut menjadi salah satu isu besar yang menyita perhatian publik.

Sementara itu, perkara mantan Jampidsus Febrie Adriansyah juga memasuki tahapan penting. Willy menilai momentum tersebut menciptakan perhatian publik berpotensi terpecah.

Ia mengimbau masyarakat sekitar tetap mengawal proses hukum terhadap Febrie semasih belum adanya putusan pengadilan.

“Kita minta usut tuntas, kasus yang menyeret mantan Jampidsus Febrie Adriansyah ini bukan rakit lagi, bukan sampan, bukan perahu. Bukan kapal tanker, bukan kapal keruk, ini kelasnya telah benar-benar kelas kapal tongkang. Ini lho, extraordinary crime,” kata Willy Prakarsa, Jumat (18/9/2026).

Di sisi lain, Willy juga menyoroti publikasi barang bukti uang dalam sejumlah penindakan hukum di Kejagung. Ia mempertanyakan asal-usul uang yang dipublikasikan dan mempertanyakan siapa tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan demi perkebunan oleh PT PSMI tersebut.

Bahkan aktivis senior 98 tersebut mengimbau Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi bahkan memecat Kepala Kejaksaan Agung apabila cuma mempublikasi uang sitaan namun masih belum juga disertai penjelasan yang memadai mengenai tersangkanya.

“Saya sebagai pendukung dan menangkan Bapak di Pilpres 2024 demi Tangerang Raya dan Banten, mohon banget copot aja lah yang ganggu lantaran ini dapat jadi api pemantik. Publikasi uang, nggak bedanya menggunting dalam lipatan di pihak pemerintahan itu sendiri. Tersangkanya mana, gitu? Bukan cuma uang, kita cuma bertanya uang itu hasil dari apa? Oh, ini uang koruptor, tersangkanya mana?,” tandasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *