Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.649 Triliun di Bulan Mei

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Bank Indonesia (BI) menginformasikan bahwa posisi Utang Luar Negeri Indonesia pada triwulan I 2026 memperlihatkan tren pertumbuhan yang melambat.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny, menyampaikan bahwa posisi ULN Indonesia pada periode tersebut tercatat sebesar 433,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp7.649 triliun.

Secara tahunan, angka ini cuma tumbuh sebesar 0,8 persen, merasakan perlambatan signifikan apabila dibandingkan bersama pertumbuhan pada triwulan IV 2025 yang mencapai 1,9 persen.

“Perkembangan Utang Luar Negeri Indonesia ini amat dipengaruhi oleh dinamika pada sektor publik maupun sektor swasta,” katanya dalam siaran pers yang diterima, Senin (19/5/2026).

Dari sisi pihak pemerintah, posisi ULN tercatat sebesar 214,7 miliar dolar AS atau tumbuh 3,8 persen (yoy), makin rendah dibandingkan triwulan semasih belumnya yang tumbuh 5,5 persen (yoy).

Menurutnya, melambatnya pertumbuhan ini sejalan bersama aliran modal masuk asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional, yang menandakan bahwa kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional masih terjaga bersama amat baik.

ULN pihak pemerintah tersebut dikelola secara cermat dan akuntabel guna mendukung belanja prioritas.

Berdasarkan sektor ekonominya, pemanfaatan utang diarahkan pada sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 22,1 persen, Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 20,2 persen, Jasa Pendidikan sebesar 16,2 persen, Konstruksi sebesar 11,5 persen, serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,5 persen.

Mayoritas utang pihak pemerintah merupakan utang jangka panjang bersama pangsa mencapai 99,99 persen.

Di sisi lain, ULN sektor swasta justru merasakan penurunan. Pada triwulan I 2026, posisi utang swasta tercatat sebesar 191,4 miliar dolar AS, turun dari 194,2 miliar dolar AS pada triwulan semasih belumnya.

Secara tahunan, sektor swasta merasakan kontraksi pertumbuhan sebesar 1,8 persen (yoy).

Penurunan ini terjadi baik pada lembaga keuangan (financial corporations) maupun korporasi bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang masing-masing terkontraksi sebesar 3,6 persen (yoy) dan 1,3 persen (yoy).

Struktur Utang Luar Negeri Indonesia tetap terjaga sehat berkat penerapan prinsip kehati-hatian yang ketat.

Ramdan Denny menekankan bahwa rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sukses turun menjadi 29,5 persen dari semasih belumnya 30,0 persen.

“Bank Indonesia dan Pemerintah berkomitmen demi terus memperkuat koordinasi guna memantau perkembangan utang agar tetap optimal dalam menopang pembiayaan pembangunan tanpa mengganggu stabilitas ekonomi nasional yang berkelanjutan,” tandasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *