1.900 Pegawai Kemensos Terdeteksi Main Judol, Ada yang Beraksi di Jam Kantor

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Ribuan ASN Keaparatur negara kementerianan Sosial ditemukan terindikasi lakukan transaksi judi online (judol).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebutkan bahwa temuan itu didapat dari laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Data yang kami terima dari PPATK, ada 1.900 pegawai Keaparatur negara kementerianan Sosial yang berindikasi main judi online. Sekarang tim internal sedang mendalami demi mengonfirmasi data yang kita dapat ini bener-bener memang terbukti,” kata Gus Ipil di kantor Keaparatur negara kementerianan Sosial, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Namun, Gus Ipul menegaskan, data tersebut masih sebatas indikasi dan pihaknya tengah menjalankan verifikasi serta validasi demi mengonfirmasi keterlibatan para pegawai tersebut.

“Yang awalnya terindikasi dan terbukti. Ini sedang kita verifikasi, sedang kita validasi. Jika nanti benar-benar terbukti, maka kita akan berikan sanksi,” ujar Gus Ipul.

Dari total 1.900 pegawai yang terindikasi, sesejumlah 42 orang merupakan PNS, sementara 1.816 orang berstatus Pegawai Pemerintah bersama Perjanjian Kerja (PPPK) dan 42 lainnya merupakan PPPK paruh waktu.

“Kelihatan banget namanya siapa, mainnya berapa, jam berapa dia main, bahkan ada yang main pada saat jam kantor,” ucap Gus Ipul.

Gus Ipul mengonfirmasi pihaknya akan menjatuhkan sanksi apabila hasil verifikasi membuktikan adanya keterlibatan pegawai dalam judi online.

“Saya tentukan, saya akan beri sanksi sesuai bersama ketentuan yang berlaku, mengawali dari peringatan sampai nanti barangkali juga pemberhentian. Bagi P3K, ada kebarangkalian tidak akan kita lanjutkan kontraknya,” ujarnya.

Ia menyebutkan pegawai yang masuk dalam data indikasi tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Mereka tidak cuma bekerja di kantor pusat Kemensos di Jakarta, namun juga berada di unit pelaksana teknis dan satuan kerja di daerah.

“Seluruh Indonesia. Jadi ada yang di sini, ada yang di Balai Keaparatur negara kementerianan Sosial, di Satker, ada juga yang di daerah,” kata Gus Ipul.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *