7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Gelombang aspirasi kalangan akademisi kembali bergemuruh di jantung Kota Medan. Ratusan kalangan akademisi yang dipimpin oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (BEM USU) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Senin (15/6/2026).

Aksi yang berlangsung hingga sore hari tersebut membuahkan hasil bersama diterimanya massa oleh pimpinan legislatif.

Berikut merupakan 7 fakta dan poin penting terkait tuntutan kalangan akademisi tersebut:

1. Diterima Langsung oleh Ketua DPRD Sumut

Berbeda bersama aksi-aksi semasih belumnya yang kerap berakhir buntu, kali ini aspirasi kalangan akademisi memperoleh respons cepat. Ketua DPRD Sumut, Erni Ariyanti Sitorus, turun langsung menemui massa demi menyambut baik draf tuntutan.

Kehadiran pimpinan tertinggi dewan ini menyerahkan legitimasi (Authoritativeness) bahwa tuntutan kalangan akademisi dianggap sebagai isu prioritas untuk daerah.

2. Membawa Sembilan Tuntutan Rakyat

Ketua BEM USU, Angga Almaris Harahap, menegaskan bahwa kalangan akademisi hadir bukan demi kepentingan kelompok, melainkan mengangkut “sembilan gugatan rakyat”. Tuntutan ini mencakup berbagai sektor mengawali dari ekonomi, kebijakan publik, hingga kesejahteraan sosial yang dinilai sedang tidak baik-baik saja.

3. Protes Keras Kenaikan Harga BBM

Salah satu poin teramat krusial merupakan tuntutan evaluasi kebijakan harga BBM. Mahasiswa menilai kenaikan harga bahan bakar telah mencekik daya beli masyarakat sekitar. Kebijakan ini dianggap masih belum menyentuh akar persoalan ekonomi dan justru memperlebar jurang kesenjangan sosial.

4. Soroti Nasib Driver Ojol dan Pekerja Informal

BEM USU menyerahkan penekanan khusus pada dampak kenaikan BBM terhadap sektor informal. Pengemudi ojek online (ojol) disebut sebagai kelompok yang teramat terpukul lantaran kenaikan biaya operasional tidak sebanding bersama pendapatan harian mereka.

“Penghasilan mereka semakin tertekan, dan ini merupakan masalah nyata di depan mata,” ujar Angga.

5. Desak Penghapusan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Isu yang cukup mengejutkan merupakan sikap tegas kalangan akademisi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). BEM USU menilai program unggulan pihak pemerintah pusat tersebut tidak berjalan sesuai harapan dan rawan penyimpangan. Angga secara blak-blakan mengimbau program ini dihapus.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *