Di Tengah Gejolak Global, Jawa Tengah Tetap Jadi Magnet Investasi

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengonfirmasi iklim investasi di wilayahnya tetap kondusif meski dunia tengah dihadapkan pada berbagai tantangan geopolitik dan tekanan fiskal.

Bahkan, Jawa Tengah dinilai masih menjadi magnet untuk investor berkat berbagai kemudahan dan dukungan yang disiapkan pihak pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan dalam acara Business Dinner bersama tersangka usaha dan stakeholders perekonomian se-Jawa Tengah di Hotel Padma Semarang, Selasa 30 Juni 2026 malam. Kegiatan itu dihadiri oleh sesejumlah 105 investor dan para tersangka usaha. Mulai dari investor penanaman modal asing (PMA), penanaman modal dalam negeri (PMDN), pengelola kawasan industri, hingga jajaran Bank Jateng

“Jawa Tengah masih menjadi kawasan yang menarik demi mengembangkan investasi, terutama industri padat karya, namun tidak menutup kebarangkalian industri padat modal,” kata Luthfi.

Karenanya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat daya saing investasi melalui penyederhanaan perizinan, jaminan keamanan, hingga penyediaan tenaga kerja yang siap pakai melalui balai latihan kerja, pendidikan vokasi, dan perguruan tinggi.

Upaya tersebut mengawali memperlihatkan hasil. Pada periode Januari-Maret 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp23,02 triliun atau 23,23 persen dari target investasi pada tahun ini sebesar Rp99,09 triliun.

Investasi tersebut terdiri atas PMA sebesar Rp12,98 triliun dan PMDN Rp10,04 triliun, bersama penyerapan sekitar 92 ribu tenaga kerja dari 24.957 proyek.

Sementara sepanjang 2025, realisasi investasi Jawa Tengah mencapai Rp110,64 triliun bersama penyerapan 418.138 tenaga kerja.

Selain memperkuat pelayanan investasi, Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan pengembangan 12 kawasan industri baru yang tersebar di Kabupaten Rembang, Demak, Kendal, Batang, Brebes, Cilacap, Banyumas, Kebumen, Semarang, Boyolali, Grobogan, dan Kota Semarang.

Pemerintah juga tengah memperkuat infrastruktur logistik melalui pengembangan pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan dry port (tempat bongkar muat) di Kawasan Industri Batang dan Kendal, guna mendukung aktivitas industri.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga mendorong investor memanfaatkan layanan Bank Jateng sebagai untukan dari ekosistem investasi daerah. Menurutnya, penggunaan bank tersebut akan memperkuat perputaran ekonomi di Jawa Tengah, lantaran mayoritas saham Bank Jateng dimiliki pihak pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi.

“Kalau investasi memakai bank daerah, akan tumbuh ekonomi baru dan sirkulasi keuangan baru di wilayah kita,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko menegaskan pihaknya siap menjadi mitra strategis investor melalui layanan pembiayaan investasi, modal kerja, hingga transaksi perbankan. Bank Jateng juga membuka peluang kerja sama yang makin luas bersama tersangka usaha demi mendukung pertumbuhan investasi di Jawa Tengah. 

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *