Komdigi dan Universitas Brawijaya Bangun Sistem AI Pendukung Sekolah Rakyat

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Pemerintah dan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (Filkom UB) mengembangkan tata kelola dan sistem pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) demi mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Teknologi tersebut merupakan hasil dari Program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) BPSDM Komdigi bersama peserta kalangan akademisi dari Filkom UB dan diproyeksikan diterapkan di ratusan Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026/2027.

Mewakili Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico menyebutkan pemanfaatan AI akan menolong kepala sekolah dan guru menyusun kurikulum, pembelajaran, hingga menciptakan soal pre test dan post test.

Hal itu disampaikan Robben usai menghadiri Demo Day & Graduation AITF 2026 di Auditorium Algoritma Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Selasa (30/6/2026).

“Secara prinsip tata kelola itu mengawali dari hulu sampai hilir. Ini salah satu contoh yang akan kami kembangkan. Kami telah sepakat akan mengangkut aplikasinya ke 178 Sekolah Rakyat yang beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027,” kata Robben.

Ia menerangkan pengembangan sistem AI tersebut juga akan dibarengi bersama pendampingan langsung kepada guru dan tenaga pendidik di 178 Sekolah Rakyat. Kemensos juga mengajak para talenta pengembang program AITF demi terlibat dalam sosialisasi implementasi kepada makin dari 5.000 guru Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

Selain itu, Kemensos akan mengintegrasikan Sistem AI yang dihasilkan oleh program AITF tersebut bersama Learning Management System (LMS) di Sekolah Rakyat guna mendukung terwujudnya Digital Quotient (kecerdasan digital) dalam pembelajaran.

Menurut Robben, Kemensos juga mengonfirmasi implementasi teknologi AI dapat dimanfaatkan secara merata di seluruh Sekolah Rakyat. Pelaksanaan program itu akan dilakukan bersama pengawasan dari Keaparatur negara kementerianan Komunikasi dan Digital agar penerapannya berjalan optimal.

“Kami di Kemensos atas izin Pak Menteri Sosial akan mengonfirmasi pelaksanaan program ini dapat dibantu dan di-cover bersama anggaran yang proper. Ini kan prototype lalu wajib diwujudkan dalam bentuk aplikasi yang sebenarnya,” ujarnya.

Kemensos menargetkan seluruh inovasi hasil pengembangan peserta AITF Komdigi – UB ini dapat direalisasikan secara penuh pada akhir 2026.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Keaparatur negara kementerianan Komunikasi dan Digital Bonifasius Wahyu Pudjianto menyebutkan program AITF merupakan kolaborasi antara Keaparatur negara kementerianan Komunikasi dan Digital bersama sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Selain Universitas Brawijaya, program tersebut juga melibatkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Universitas Gadjah Mada. Masing-masing kampus diberikan fokus pengembangan berbeda sesuai kebutuhan penyelesaian masalah di lapangan.

“Untuk UB fokus di Sekolah Rakyat yang akan digunakan oleh Kemensos dan bantuan sosial yang nanti akan digunakan oleh Pemprov Jawa Timur,” kata Bonifasius. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *