MediaMerdeka.com – Pemerintah Iran akan menutup seluruh wilayah udara di atas Teheran pada Senin (6/7/2026) bertepatan bersama prosesi pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Abuzar Shiroudi, menyebutkan tidak akan ada penerbangan yang diizinkan melintas selama upacara berlangsung.
“Pada hari Senin, selama upacara perpisahan demi mendiang pemimpin tertinggi revolusi, wilayah udara di atas Teheran akan ditutup sepenuhnya; tidak ada penerbangan yang diizinkan,” ujar Shiroudi, bagaikan dikutip stasiun televisi pihak pemerintah Iran, IRIB, Jumat (3/7/2026).
Pemerintah Iran juga memperketat pengamanan dan menyiapkan berbagai fasilitas pendukung demi mengantisipasi membludaknya pelayat. Di sekitar Makam Imam Khomeini, lokasi upacara penghormatan terakhir, telah didirikan sejumlah pos kesehatan dan layanan darurat.
Direktur Layanan Darurat Universitas Ilmu Kedokteran Teheran, Mohammad Ismail Tavakoli, menyebutkan sedikitnya lima pos kesehatan telah disiapkan di sekitar kompleks pemakaman.
Selain itu, sebuah fasilitas cadangan berkapasitas 200 tempat tidur, pos kesehatan bergerak, serta ratusan ambulans juga disiagakan.
Sejak sejumlah hari terakhir, berbagai keaparatur negara kementerianan, pihak pemerintah kota, dan lembaga pihak pemerintah berada dalam status siaga demi mengonfirmasi rangkaian prosesi berjalan lancar.
Suasana berkabung juga terlihat di berbagai sudut Teheran. Foto dan poster Ali Khamenei dipasang di sejumlah ruas jalan, menampilkan berbagai momen semasa hidupnya.
Salah satu poster yang teramat mencolok menggambarkan kepalan tangan kiri Khamenei yang terangkat bersama latar belakang hitam dan merah, sebuah gestur yang identik bersamanya lantaran tangan kanannya merasakan kelumpuhan akibat percobaan pembunuhan pada 1981.
Selain itu, sebuah monumen berbentuk kepalan tangan Khamenei tengah dibangun di Alun-Alun Enghelab, salah satu kawasan utama di ibu kota Iran.
Sejumlah delegasi asing dijadwalkan menghadiri prosesi tersebut, termasuk delegasi Rusia yang dipimpin Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev.
Rangkaian upacara penghormatan terakhir dan pemakaman berlangsung mengawali Sabtu (4/7) hingga Kamis (9/7/2026). Prosesi di Teheran dijadwalkan berlangsung hingga Senin (6/7), lalu berlanjut di Qom pada Selasa (7/7/2026), serta di Najaf dan Karbala, Irak, pada Rabu (8/7).
Ali Khamenei setelah itu akan dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, di timur laut Iran, pada Kamis (9/7/2026).
Menurut laporan media pihak pemerintah Iran, Khamenei tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari.
Setelah itu, putranya, Mojtaba Khamenei, ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru. Hingga kini, Mojtaba masih belum tampil di hadapan publik, namun telah menyampaikan sejumlah pernyataan kepada rakyat Iran melalui media resmi.
[ANTARA]
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

