Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pemerintah mengawali memosisikan Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sebagai pusat baru industri kedirgantaraan nasional. Langkah ini menjadi untukan dari strategi Indonesia demi merebut peluang pasar penerbangan Asia Pasifik yang diproyeksikan bernilai hampir US$138 miliar hingga 2044.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebutkan, pengembangan Kertajati tidak cuma bertujuan meningkatkan aktivitas penerbangan, namun juga membangun ekosistem industri kedirgantaraan yang terintegrasi mengawali dari perawatan pesawat hingga manufaktur.

Komitmen tersebut ditandai bersama penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

“Tadi kami menyaksikan penandatanganan MoU antara PTDI dan PT BIJB sebagai untukan dari komitmen bersama demi mengembangkan Kertajati menjadi salah satu hub industri kedirgantaraan,” ujar AHY di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

AHY membeberkan, prospek industri penerbangan di kawasan Asia Pasifik masih amat menjanapabilan. Berdasarkan proyeksi Airbus, nilai pasar regional aviation di kawasan tersebut diperkirakan mencapai hampir US$138 miliar hingga tahun 2044 bersama pertumbuhan makin dari 5 persen per tahun.

Tak cuma itu, Asia Pasifik diperkirakan akan menyumbang hampir 50 persen kebutuhan pesawat penumpang baru dunia, atau makin dari 19.000 unit. Pertumbuhan armada tersebut juga diproyeksikan mendorong meningkatnya permintaan jasa maintenance, repair, and overhaul (MRO) yang menjadi salah satu sektor bernilai tinggi dalam industri penerbangan.

“Kalau kita membidik pasar yang makin luas tentu dimengawali dari diri kita sendiri. Kita tentukan ada demand, setelah itu pasar yang tersedia amat besar,” katanya.

Pemerintah menilai Kertajati memiliki sejumlah keunggulan strategis demi mendukung industri dirgantara nasional. Selain memiliki kawasan yang luas, bandara ini juga terhubung bersama koridor industri di Bekasi, Karawang, Purwakarta hingga Pelabuhan Patimban yang memperkuat rantai logistik.

Sebagai tahap awal, pihak pemerintah akan mendorong relokasi bertahap sejumlah aktivitas PTDI ke Kertajati, dimengawali dari fasilitas MRO. Selanjutnya kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi pusat final assembly, manufaktur komponen pesawat, hingga fasilitas flight test.

Sementara itu, fasilitas PTDI di Bandung tetap difokuskan sebagai pusat riset, inovasi, desain, dan pengembangan sumber daya manusia.

“Bandung tetap menjadi sentra inovasi. Kalau Bandung merupakan brain-nya, maka Kertajati menjadi muscle-nya,” kata AHY.

Selain memperkuat industri domestik, pihak pemerintah juga menargetkan pesawat buatan PTDI, khususnya N219, mampu menembus pasar ekspor di Asia Pasifik dan Afrika.

Menurut AHY, sejumlah negara berkembang di kedua kawasan tersebut membutuhkan pesawat berkapasitas kecil yang mampu melayani penerbangan perintis, baik demi mengangkut penumpang maupun logistik di wilayah bersama kondisi geografis yang sulit dijangkau.

Dengan menjadikan Kertajati sebagai pusat industri dirgantara, pihak pemerintah menginginkan Indonesia tidak cuma menjadi pasar penerbangan, namun juga pemain utama dalam rantai pasok industri aviasi regional yang terus berkembang dalam dua dekade mendatang.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *