Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Polda Metro Jaya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium demi mengungkap penyebab kematian S alias Sutrimo yang jenazahnya telah menjalani ekshumasi dan autopsi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyebutkan penyidikan kasus tersebut dilakukan bersama mengedepankan metode scientific crime investigation serta tidak mendahului kesimpulan tim dokter forensik.

“Seluruh hasil pemeriksaan akan dianalisis secara menyeluruh demi menolong penyidik menciptakan terang perkara ini,” kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Menurut Budi, kepihak kepolisianan menghormati proses pemeriksaan ilmiah yang pada saat ini masih berjalan. Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga mengonfirmasi setiap langkah penyidikan didasarkan pada fakta dan bukti medis yang sah.

Ia menyebutkan kepihak kepolisianan memahami harapan keluarga Sutrimo demi memperoleh ketentuan hukum sekaligus mengetahui penyebab kematian almarhum.

“Setiap perkembangan yang telah terverifikasi akan disampaikan secara proporsional bersama tetap menghormati proses penyidikan,” ujarnya.

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan

Tim dokter forensik dari Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) telah menyelesaikan proses ekshumasi dan autopsi terhadap jenazah Sutrimo.

Ketua Tim Dokter Forensik Prof. Dr. dr. H. Ahmad Yudianto menyebutkan pemeriksaan terhadap untukan luar dan dalam tubuh jenazah pria berusia sekitar 40 tahun tersebut masih belum menemukan tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun benda tajam.

Meski demikian, hasil pemeriksaan tersebut masih belum dapat menjadi dasar demi menentukan penyebab tentu kematian.

“Proses finalisasi masih berlangsung. Kami menunggu hasil pemeriksaan laboratorium berupa histopatologi, toksikologi, dan DNA demi menentukan penyebab kematian secara makin lengkap,” tutur Ahmad.

Sampel organ dan jaringan dari jenazah telah diambil demi menjalani pemeriksaan makin lanjut. Hasil dari pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi untukan dari alat bukti dalam proses penyidikan.

PDFMI juga menerjunkan tim lintas disiplin demi mengonfirmasi pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh.

Ketua PDFMI Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti menyebutkan pemeriksaan melibatkan sejumlah ahli, mengawali dari dokter spesialis forensik dan medikolegal hingga ahli laboratorium forensik.

“Selain dokter spesialis forensik dan medikolegal, kami melibatkan ahli laboratorium forensik, toksikologi, DNA, serta histopatologi anatomi. Kami bekerja secara menyeluruh dan komprehensif berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan laboratorium,” kata Hastry dalam keterangannya, Rabu.

Dengan demikian, penyebab tentu kematian Sutrimo masih menunggu hasil analisis laboratorium semasih belum kepihak kepolisianan menarik kesimpulan makin lanjut.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *