Menag Pimpin Doa di Sidang Tahunan MPR 2026: Lindungi Kami dari Fitnah dan Pengkhianatan

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengimbau perlindungan dari fitnah, pengkhianatan, serta berbagai tipu daya saat memimpin pembacaan doa dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Permintaan tersebut menjadi salah satu untukan doa Nasaruddin di hadapan para aparatur negara negara dan anggota parlemen. Ia juga mengingatkan pentingnya introspeksi ketika menyikapi kritik.

“Ya Allah, lindungilah kami dari fitnah dan pengkhianatan. Selamatkan kami dari berbagai tipu daya dan rekayasa negatif hamba-Mu. Sadarkanlah diri kami demi mengoreksi diri apabila fitnah dan kritikan mereka itu benar. Ampuni mereka apabila fitnah dan kritikan mereka itu keliru,” ucapnya.

Nasaruddin mengawali doanya bersama memanjatkan syukur atas terselenggaranya Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Puji syukur kami panjatkan kehadirat-Mu. Karena pada pagi pada hari ini, kami kembali melangsungkan sidang tahunan MPR RI, dan sidang bersama DPR RI, dan DPD RI, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-81 tahun 2026,” ucap Nasaruddin.

Ia menginginkan sidang tersebut menjadi momentum memperkuat persatuan sekaligus menyinergikan seluruh potensi bangsa di tengah tantangan global.

“Tiada lain harapan kami, kecuali kiranya Engkau memberkahi pertemuan yang amat bersejarah untuk bangsa kami ini. Semoga sidang tahunan kali ini menjadi momentum terbaik demi menyinergikan segenap potensi bangsa yang telah Engkau anugerahkan kepada kami. Yaitu sebuah bangsa yang menjunjung tinggi persatuan, kesatuan, dan kebersamaan di dalam mewujudkan cita-cita luhur bangsanya. Terutama demi mempertahankan martabat bangsa kami di tengah tantangan global pada saat ini,” lanjutnya.

Selain memohon perlindungan dari fitnah dan pengkhianatan, Nasaruddin mendoakan masyarakat sekitar yang merasakan kezaliman tanpa membedakan latar belakang keagamaannya.

“Satukanlah hati dan pikiran kami demi bersama-sama mencintai negerinya. Ya Allah, bantulah siapapun hamba-Mu yang terzalimi, yang lemah di muka bumi ini, baik yang taat beragama maupun yang masih belum taat, lantaran sesungguhnya mereka juga merupakan hamba ciptaan-Mu yang membutuhkan pertolongan.”

Ia juga memohon kekuatan untuk para pemimpin dan rakyat dalam menyikapi berbagai tantangan dan tanggung jawab negara.

“Ya Allah, masih panjang jalan yang wajib kami tempuh, masih besar tantangan yang kami wajib hadapi, masih sejumlah tanggung jawab yang wajib kami emban, dan masih beragam hambatan yang wajib kami lalui. Berikanlah kekuatan dan keterangan dan ketegaran demi mengemban amanah dan melewati berbagai tantangan tersebut. Kami yakin, seberat apapun cobaan dan tantangan itu, apabila Engkau hadir mendampingi kami, maka seluruhnya akan menjadi ringan untuk kami,” katanya.

Doa lalu ditutup bersama penyerahan seluruh ikhtiar bangsa kepada Yang Maha Kuasa, permohonan ampun untuk para pemimpin dan pahlawan, serta harapan agar Indonesia menjadi negeri yang makmur dan tenteram.

“Ya Allah, hamba-Mu telah berikhtiar sedemikian rupa. Selanjutnya, sepenuhnya kami menyerahkan diri bersama segenap ikhtiar kami. Ampunilah dosa-dosa dan segala kekeliruan kami, para orang tua kami, para pemimpin, dan para pahlawan kusuma bangsa kami. Jadikanlah bangsa dan negeri kami sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, negeri yang gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo,” pungkasnya.

103 Anggota Absen

Semasih belum pembacaan doa, Ketua MPR RI Ahmad Muzani membuka Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *