AI Mulai Masuk Industri Manufaktur, Integrasi Data Jadi Kunci Sebelum Terapkan Teknologi

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mengawali memainkan peran penting dalam transformasi industri manufaktur. Perusahaan memanfaatkan teknologi ini demi menganalisis data produksi, mendeteksi potensi masalah makin awal, hingga mempercepat pengambilan keputusan operasional.

Namun, korporasi tidak dapat sekadar membeli teknologi AI lalu menginginkan proses produksi langsung menjadi makin efisien. Perusahaan perlu membangun fondasi digital yang kuat, terutama melalui integrasi proses dan data.

Channel Sales Director Southeast Asia Epicor, Adhi Firmansyah, menyebutkan korporasi manufaktur perlu menjadikan integrasi proses sebagai langkah awal semasih belum menerapkan AI secara makin luas.

Menurut Adhi, AI memang dapat menolong meningkatkan kemampuan operasional. Namun, korporasi akan kesulitan memperoleh manfaat maksimal apabila data masih tersebar di berbagai sistem yang tidak saling terhubung.

“Bagaimana kita menjalankan integrasi proses termakin dahulu. Aktivitas wajib terhubung secara end-to-end, antara finance, production, dan software, berakibat visibility dari operation dapat tertangkap,” ujar Adhi kepada MediaMerdeka.com.

Integrasi tersebut menciptakan data dari berbagai aktivitas korporasi mengalir makin baik. Perusahaan lalu dapat memanfaatkan data tersebut demi analitik lanjutan dan penerapan AI.

Mulai dari Connected Factory

Adhi menyarankan korporasi manufaktur membangun transformasi digital secara bertahap. Perusahaan perlu menciptakan visibilitas terhadap seluruh proses operasional semasih belum menerapkan berbagai teknologi sekaligus.

Pendekatan yang dapat dilakukan merupakan Connected Factory demi menghubungkan berbagai proses dan sistem. Pendekatan ini mebarangkalikan korporasi memperoleh informasi operasional secara makin menyeluruh dan real-time.

Perusahaan juga perlu mengetahui sumber biaya produksi secara detail dan membandingkannya bersama tingkat efisiensi yang dicapai. Informasi tersebut dapat menolong korporasi mencari sumber persoalan, baik dari bahan baku, proses operasional, maupun penerapan standar kerja.

“Feasibility ini wajib real-time sebagai fondasi Connected Factory,” jelasnya.

Adhi menyaksikan sejumlah korporasi masih menjalankan fungsi keuangan, produksi, dan aplikasi bisnis secara terpisah. Kondisi tersebut menciptakan korporasi kesulitan memperoleh informasi secara real-time dan menyeluruh.

Itulah dikarenakannya korporasi perlu menyelesaikan persoalan integrasi termakin dahulu semasih belum mengembangkan analitik dan AI.

AI Bisa Deteksi Masalah Mesin Lebih Dini

Di lain sisi, korporasi dapat memperoleh manfaat AI secara makin optimal setelah mengintegrasikan proses dan data dikarenakan AI mampu membaca pola serta anomali yang sulit ditemukan melalui pemeriksaan manual.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *