Penerbangan di Kalimantan Kacau Balau, Penumpang Terlantar Hingga Pembatalan

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Keaparatur negara kementerianan Perhubungan (Kemenhub) membeberkan penerbangan dari dan ke Kalimantan alami keterlambatan. Hal ini imbas dari asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, menerangkan bahwa jarak pandang (visibility) merupakan salah satu faktor penting dalam keselamatan penerbangan.

Apabila berada di bawah batas operasional yang dipersyaratkan, penerbangan dapat ditunda, dialihkan, maupun dibatalkan.

“Operator wajib menjalankan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan. Kami terus memantau kondisi dan berkoordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujar Lukman dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).

Asap tebal berdampak pada operasional Bandara Singkawang (SKJ) dan menyebabkan pembatalan sejumlah penerbangan.

Pada 16 Agustus 2026, bersama jarak pandang sekitar 3.000 meter, penerbangan TransNusa terdampak bersama jumlah 174 penumpang rute Bandara Soekarno Hatta (CGK) – Bandara Singkawang (SKJ) dan 153 penumpang SKJ-CGK. Super Air Jet terdampak bersama 180 penumpang CGK-SKJ dan 87 penumpang SKJ-CGK.

Pada 18 Agustus, jarak pandang sekitar 2.000 meter, TransNusa terdampak masing-masing 174 penumpang pada rute CGK-SKJ dan SKJ-CGK, sementara itu Super Air Jet masing-masing 180 dan 179 penumpang.

Pada 19 Agustus, jarak pandang sekitar 2.500 meter, TransNusa terdampak masing-masing 164 dan 165 penumpang pada rute CGK-SKJ dan SKJ-CGK, sementara Super Air Jet masing-masing 180 penumpang pada kedua rute tersebut.

Penumpang terdampak memperoleh penanganan berupa full refund dan perubahan tanggal penerbangan secara gratis hingga tujuh hari ke depan, sesuai kebijakan maskapai.

Di Kalimantan Timur, pemantauan dilakukan di tujuh bandar udara, yakni Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, A.P.T. Pranoto, Kalimarau, Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan. Bandara Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan beroperasi normal, sementara bandara lainnya terus dipantau.

Di Kalimantan Tengah, pemantauan dilakukan di Bandara Tjilik Riwut, Iskandar, H. Asan, H.M. Sidik, Tumbang Samba, Kuala Kurun, Kuala Pembuang, Sanggu, dan Bandara Khusus Puruk Cahu. Bandara Tumbang Samba dan Bandara Khusus Puruk Cahu beroperasi normal.

Dampak asap di Bandara Iskandar-Pangkalan Bun (PKN) menyebabkan keterlambatan penerbangan NAM Air, yakni CGK-PKN dari 07.00 menjadi 08.50 WIB, PKN-SRG dari 07.30 menjadi 09.38 WIB, SRG-PKN dari 10.15 menjadi 12.05 WIB, dan PKN-SUB dari 10.45 menjadi 12.34 WIB.

Di Kalimantan Utara, pemantauan dilakukan di Bandara Juwata, Tanjung Harapan, Yuvai Semaring, Kolonel Robert Atty Bessing, Long Apung, dan Nunukan. Bandara Tanjung Harapan dan Nunukan beroperasi normal, sementara itu bandara lainnya terus dipantau.

Ditjen Perhubungan Udara menginstruksikan seluruh penyelenggara bandar udara dan operator penerbangan demi meningkatkan kewaspadaan serta memantau cuaca dan jarak pandang secara berkala. Penyesuaian penerbangan dilakukan berdasarkan kondisi aktual dan pertimbangan keselamatan, berakibat jadwal dapat berubah sewaktu-waktu.

“Kami mengimbau masyarakat sekitar yang akan menjalankan perjalanan dari dan ke wilayah terdampak asap demi memperhatikan informasi terbaru dari maskapai dan bandar udara serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi penyesuaian penerbangan,” pungkas Lukman.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *