Singapura Siap-siap Jadi Korban Kebakaran Hutan Kalimantan – Sumatera, Pemerintahnya Lakukan Ini

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Singapura berisiko kembali diterjang kabut asap meny menyusul maraknya titik panas kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan selama akhir pekan. Lembaga Lingkungan Hidup Nasional (NEA) mencatat gumpalan asap tebal mengawali bergerak seiring berhembusnya angin dari arah selatan.

Kualitas udara di Singapura masih berada di level sedang bersama rentang Indeks Standar Pencemar Udara (PSI) 24 jam di angka 68 hingga 90 per Senin pukul 13.00. Angka PSI di atas 100 baru dikategorikan sebagai kondisi tidak sehat untuk masyarakat sekitar.

“Kami telah mengamati peningkatan aktivitas titik panas dan kabut asap selama akhir pekan, bersama titik panas dan gumpalan asap tebal terdeteksi terutama di Kalimantan dan Sumatra untukan selatan,” ungkap badan tersebut dalam unggahan di Facebook.

“Dengan angin dominan yang bertiup dari selatan atau tenggara, sesekali dapat terjadi periode kabut asap yang mempengaruhi Singapura,” tambah pihak NEA.

Aktivitas gumpalan asap juga terlihat membumbung di wilayah Riau seiring perkiraan cuaca kering yang bakal bertahan sepanjang pekan ini. Otoritas meteorologi setempat terus memantau pergerakan polusi udara demi mengantisipasi pemburukan kondisi lingkungan secara mendadak.

“Kami memantau secara ketat kualitas udara secara keseluruhan dan akan menyerahkan saran yang diperlukan apabila kualitas udara memburuk,” tegas NEA dalam pernyataan resminya.

“Pemerintah akan mengeluarkan imbauan kabut asap harian ketika PSI 24 jam memasuki rentang tidak sehat,” lanjut NEA menegaskan standar pelaporannya.

Satuan tugas antarlembaga yang terdiri dari 28 instansi publik telah menyiagakan rencana aksi apabila indeks pencemaran udara menembus angka krisis. Seluruh instansi berwenang siap menerapkan skenario respons berjenjang berdasarkan pantauan berkala dan ramalan cuaca.

Tim koordinasi nasional ini secara rutin menggelar konsolidasi tahunan semasih belum memasuki puncak musim kemarau pada bulan Juni. Sepanjang pada tahun ini, satgas telah dua kali menggelar rapat intensif, yakni pada Januari usai kebakaran lahan gambut di Johor Timur serta koordinasi lanjutan pada April.

Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) bahkan telah menaikkan status siaga ke Level 2 demi kawasan Asia Tenggara untukan selatan. Tingkat peringatan tertinggi kedua ini menandakan melonjaknya risiko paparan kabut asap lintas batas negara secara signifikan.

Status siaga Level 2 ditetapkan ketika eskalasi titik panas dan tutupan asap tebal terpantau konsisten selama minimal dua hari berturut-turut. Masyarakat Singapura diimbau demi memantau perkembangan kualitas udara terkini secara berkala melalui situs resmi, aplikasi myENV, serta media sosial resmi NEA.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *