MediaMerdeka.com – Sinyal di sekitar depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta mendadak hilang saat sejumlah elemen masyarkat termasuk Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menjalankan aksi demonstrasi, Kamis (27/8/2026).
Sejumlah jurnalis media online, termasuk tim MediaMerdeka.com kesulitan saat hendak mengirim laporan berita demo tersebut.
“Bener ini dari tadi begitu terus. Sinyal hilang. Muncul ilang muncul hilang,” ujar Yoga.
Yoga menuturkan sinyal di sekitar DPR mengawali hilang sekitar pukul 10.00 WIB.
Ia dan sejumlah jurnalis berinisiatif agak sedikit menjauh demi mencari sinyal agar dapat mengirim laporan.
“Baru mengawali agak lancar pas udah di depan JCC,” kata dia.
Sebagai informasi, massa AMPB mengangkut dua tuntutan dalam aksi pada hari ini.
Pertama mereka medesak agar DPR RI dalam waktu dekat mengesahkan RUU Perampasan Aset. Kedua hukum mati koruptor.
Minta Jaga Ruang Digital
Terpisah, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak masyarakat sekitar Indonesia menjaga ruang digital dan tidak terhasut konten-konten bernada provokasi yang memecah belah bangsa di tengah berlangsungnya aksi demonstrasi di area DPR, Jakarta Pusat.
Meutya menegaskan kebebasan berpendapat memang wajib dijaga namun masyarakat sekitar juga wajib menjalankannya bersama bertanggung jawab dan tidak termakan konten menyesatkan bagaikan disinformasi, fitnah, kebencian (DFK) maupun ujaran kebencian.
“Kritik dan aspirasi masyarakat sekitar kami hormati dan kami persilakan. Tetapi provokasi, DFK, ujaran kebencian, dan konten yang sengaja dibuat demi menghasut atau memperkeruh keadaan tidak akan kami biarkan,” kata Meutya dikutip dari Antara, Kamis.
“Terhadap konten yang melanggar ketentuan, Kemkomdigi akan mengambil langkah tegas sesuai bersama kewenangan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” lanjut dia.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

