MediaMerdeka.com – Helikopter Flying Doctor Service (FDS) atau Ambulans Udara yang mengangkut lima orang, termasuk pilot, jatuh di dekat bandar udara Short Take-Off and Landing (STOL) Long Lellang, Sarawak, Malaysia, Selasa siang waktu setempat.
Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM) bagaikan dikutip dari The Sun Malaysia, menyebutkan menyambut baik laporan kecelakaan pada pukul 15.58 waktu setempat dari Flight Information Service.
Helikopter jenis BO-105 bersama nomor registrasi 9M-LLF itu tengah menjalankan penerbangan layanan dokter udara ketika kecelakaan terjadi.
CAAM menegaskan Biro Investigasi Kecelakaan Udara (AAIB) di bawah Keaparatur negara kementerianan Transportasi Malaysia akan menjalankan penyelidikan.
Investigasi dilakukan sesuai ketentuan di Malaysia, Part XXVI Civil Aviation Regulations 2016.
Wakil Menteri di Departemen Perdana Menteri Sarawak, Datuk Gerawat Gala, membenarkan kecelakaan tersebut setelah mendapat informasi dari masyarakat sekitar Long Lellang.
Ia lalu menghubungi Layang-Layang Aerospace Sdn Bhd, korporasi yang mengoperasikan helikopter tersebut dalam program FDS.
“Saya telah mendapat informasi tentang kecelakaan helikopter di Long Lellang. Saya juga telah menginformasikan kepada pilot pengelola Layang-Layang, dan saya yakin mereka akan memberi tahu otoritas pencarian dan penyelamatan yang diperlukan,” kata Gerawat.
Gerawat menyebutkan masih belum dapat mengonfirmasi jumlah pihak korban maupun kondisi lima orang yang berada di dalam helikopter.
Ia juga masih belum mengetahui dari mana pesawat tersebut berangkat lantaran informasi itu masih menunggu konfirmasi dari pihak Layang-Layang.
Menurutnya, helikopter diketahui sedang menuju Long Lellang ketika kecelakaan terjadi.
Foto dan video yang diduga diambil masyarakat sekitar setempat juga telah beredar luas di media sosial semasih belum informasi resmi mengenai kondisi pihak korban tersedia.
“Saya kira itu foto yang sama yang dikirim kepada saya. Sekarang telah viral di mana-mana,” ujarnya.
Kepala Kepihak kepolisianan Marudi, DSP Nor Aizan Mohd Jamil, menyebutkan kepada The Borneo Post bahwa pihak kepolisian masih belum menyambut baik laporan resmi mengenai kecelakaan tersebut.
Sementara itu, informasi awal dari layanan pemadam dan penyelamatan Bandara Miri menyebut helikopter memiliki callsign Medic 3 bersama pilot bernama Captain Zainol.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

