Hilangnya 5 Jurnalis Saat Meliput Erupsi Anak Krakatau Mendapat Perhatian Media Asing

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Operasi pencarian terhadap delapan orang yang hilang saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau kembali dilanjutkan pada Rabu (9/9/2026). Lima orang di antaranya merupakan jurnalis.

Hilangnya 5 orang jurnalis saat menjalankan liputan penuh resiko itu mendapat perhatian dari media Malaysia.

Salah satu media Malaysia, The Star menyebut tim SAR Indonesia memperluas wilayah pencarian setelah operasi pada Selasa (8/9) sempat dihentikan akibat gelombang tinggi dan jarak pandang buruk.

Menurut Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), komunikasi antara awak kapal dan pemilik speedboat terputus tidak lama setelah keberangkatan.

“Kelima jurnalis itu diketahui menjalankan tugas demi mengambil foto dan video aktivitas Gunung Anak Krakatau yang sedang merasakan erupsi. Mereka ditemani dua awak kapal dan seorang pemandu,” tulis laporan media Malaysia itu.

Pencarian Melibatkan Puluhan Personel

Basarnas mengerahkan puluhan personel dalam operasi pencarian yang melibatkan unsur kepihak kepolisianan, aparat TNI, nelayan dan relawan.

Area pencarian diperluas pada Rabu demi meningkatkan peluang menemukan speedboat tersebut.

Dalam pernyataannya, Basarnas menyebutkan tim gabungan akan terus mengoptimalkan seluruh personel, fasilitas dan peralatan yang tersedia.

“Tim gabungan pencarian dan pertolongan akan terus menjalankan pencarian bersama mengoptimalkan seluruh personel, fasilitas dan peralatan yang tersedia,”

Sejumlah peralatan juga dikerahkan, termasuk kapal SAR berkecepatan tinggi, perahu karet dan drone termal.

Teknologi tersebut digunakan demi menolong pencarian di tengah kondisi laut dan visibilitas yang menjadi tantangan untuk tim penyelamat.

Lima Jurnalis dari Sejumlah Media

Kelima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Salah seorang jurnalis sempat menghubungi rekannya pada Senin sekitar pukul 15.00 waktu setempat.

Ia juga memuntukkan lokasi keberadaannya, namun setelah itu tidak lagi dapat dihubungi.

Tim SAR lalu memengawali pencarian pada Selasa sore. Namun, operasi dihentikan sejumlah jam lalu lantaran kondisi gelombang tinggi dan jarak pandang yang terbatas.

Hingga pencarian kembali dilanjutkan pada Rabu, masih belum ada informasi mengenai keberadaan delapan orang tersebut.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *