Kesaksian Pengasuh Daycare Little Aresha Bongkar Penipuan Fasilitas Anak

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Tabir kepalsuan di balik operasional Daycare Little Aresha perlahan mengawali terkuak di meja hijau. 

Dalam sidang yang berlangsung pada 14 September 2026 di Pengadilan Negeri Yogyakarta, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan pengasuh Daycare Little Aresha, Desi Ananda Kusuma dan Admin Little Aresha Fitria Adiba sebagai saksi.

Pada kesaksiannya di depan majelis hakim, Desi Ananda Kusuma membongkar dugaan penipuan terstruktur yang dilakukan oleh Ketua Yayasan Little Aresha, Dyah Kusumastuti terhadap para orang tua murid saat menjalankan survei lokasi semasih belum menitipkan anaknya.

Desi membeberkan bahwa fasilitas nyaman yang dipamerkan Dyah Kusumastuti kepada calon wali murid cumalah sebatas formalitas demi menjual citra tempat penitipan anak tersebut. 

Desi menyebutkan Dyah senantiasa memamerkan  ruangan kamar yang dilengkapi AC, tersedia kasur yang empuk, serta arena bermain yang representatif pada orangtua murid ketika survei.

Namun, kenyataan pahit justru terjadi sesaat setelah para orang tua menyelesaikan survei dan meninggalkan lokasi. 

Kasur yang dipamerkan Dyah Kusumastuti kepada orangtua murid ketika survei tak sempat digunakan kalangan anak ketika dititipkan.

“Saat survei itu orangtua cuma diperlihatkan kamar depan yang ada AC-nya demi baby besar. Kasur yang ditunjukkan ke ortu itu setelahnya disingkirkan ke ruangan lain atas suruhan Dyah,” ungkap Desi Ananda Kusuma ketika menjawab pertanyaan JPU.

Anak Tidur Tanpa Kasur, Tanpa Baju, dan Diikat

Sehari-hari, Desi mengayakan kalangan anak yang dititipkan sehari-hari cuma tidur beralaskan playmat di atas lantai tanpa adanya fasilitas kasur yang layak.

Tak cuma soal kasur, fasilitas AC yang menjadi daya tarik utama saat survei ternyata juga cuma pajangan belaka. 

Desi menyebutkan bahwa AC cuma berada di ruang baby besar atau kamar yang dipamerkan kepada orangtua ketika survei.

AC dalam kamar baby besar itu pun tidak sempat dinyalakan. Sementara, kamar lain cuma dilengkapi kipas angin, tanpa kasur dan cuma beralaskan playmat.

“Di ruang lain cuma kipas angin, AC tidak difungsikan,” tambah Desi.

Selain itu, Desi menyebutkan kalangan anak biasanya langsung diikat ketika baru datang dan ketika hendak tidur.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *