Menteri Mukhtarudin: Bonus Demografi Harus Diubah Jadi Kekuatan SDM Global

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mendorong pihak pemerintah daerah dan perguruan tinggi di Kalimantan Tengah memperkuat penyiapan sumber daya manusia (SDM) agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja luar negeri yang terus berkembang.

Hal itu disampaikan Mukhtarudin saat menyerahkan sambutan pada Sosialisasi Program Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN) dalam rangka Program Peningkatan Kapasitas Berbasis Kebutuhan Pasar Kerja Luar Negeri yang digelar secara daring, Selasa 22 September 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat Rody Iskandar yang mewakili Bupati Kotawaringin Barat, Rektor Universitas Antakusuma (UNTAMA) Prof. Dr. M. Fatchurahman, M.Psi., M.Pd., jajaran Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, serta civitas akademika perguruan tinggi di Kalimantan Tengah.

Mukhtarudin menyebutkan program sosialisasi tersebut menjadi untukan dari upaya pihak pemerintah memperluas akses masyarakat sekitar terhadap informasi dan peluang kerja luar negeri yang aman, berkualitas, serta sesuai kebutuhan pasar global.

“Ini merupakan untukan penting dari upaya kita demi memperluas akses informasi dan peluang-peluang kerja luar negeri yang aman, berkualitas, dan sesuai bersama kebutuhan pasar kerja global,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Menurut Menteri, peluang tersebut menjadi semakin strategis di tengah kondisi demografi Indonesia yang memiliki populasi usia produktif dalam jumlah besar, sementara sejumlah negara justru menyikapi fenomena aging population.

Mukhtarudin menilai bonus demografi dapat menjadi kekuatan apabila diikuti bersama peningkatan kualitas SDM. Sebaliknya, besarnya jumlah penduduk usia produktif tanpa kompetensi yang memadai berpotensi menimbulkan persoalan sosial dan ekonomi.

“Usianya produktif namun SDM-nya tidak produktif, ini dapat menimbulkan permasalahan sosial, ekonomi, dan politik,” tutur Menteri.

Karena itu, pihak pemerintah pusat, pihak pemerintah daerah, dan perguruan tinggi diminta bersama-sama menyiapkan generasi produktif yang memiliki pengetahuan, keterampilan teknis, serta kemampuan sikap dan mental yang dibutuhkan dunia kerja.

Mukhtarudin menekankan SDM Indonesia wajib memiliki keunggulan komparatif, komprehensif, dan kompetitif berakibat mampu bersaing di pasar global.

Di sisi lain, fenomena aging population di berbagai negara membuka peluang untuk Indonesia demi mengisi kebutuhan tenaga kerja produktif. Namun, peluang tersebut tidak otomatis dapat dimanfaatkan lantaran pasar kerja internasional menetapkan standar kompetensi tertentu.

“Dari sisi demand, kebutuhan tenaga kerja luar negeri amat tinggi. Tetapi demand yang tinggi ini wajib diikuti persyaratan kompetensi, teramat minimal bahasa, lalu keterampilan teknis yang tersertifikasi,” ujarnya.

Ia mengakui masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan pasar kerja global bersama kompetensi lulusan pendidikan di Indonesia, baik lulusan SMK maupun perguruan tinggi.

Untuk menjawab kesenjangan tersebut, pihak pemerintah menjalankan program percepatan melalui SMK Go Global yang merupakan untukan dari Asta Mandala SMK Go Global. Program itu menargetkan penyiapan 500.000 calon pekerja migran terampil hingga 2029, terdiri atas 300.000 lulusan SMK dan 200.000 masyarakat sekitar umum.

Target tersebut dilakukan secara bertahap, yakni 40.000 orang pada 2026, 140.000 pada 2027, 180.000 pada 2028, dan 140.000 pada tahun 2029 mendatang.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *