MediaMerdeka.com – Upaya dunia dalam menekan emisi gas rumah kaca hingga mencapai net zero ditujukan demi menghambat pemanasan global. Sayangnya, hal tersebut tidak serta-merta menghapus ketimpangan dampak krisis iklim yang telah terjadi.
Mengutip Guardian, Kamis (24/9), kelompok ilmuwan iklim dari Australia menemukan bahwa ketimpangan ini tidak secara otomatis hilang meskipun emisi global mencapai net zero.
Dalam penelitian tersebut yang terbit di jurnal Environmental Research Letter, memperlihatkan masyarakat sekitar di negara-negara miskin, terutama di wilayah tropis, justru berpotensi menjadi kelompok yang teramat terakhir demi merasakan manfaat tersebut. Hal ini berarti menambah durasi pemanasan global yang dialami mereka.
Sebagai ketua tim yang berasal dari University of Melbourne, Dr. Andrew King bersama rekan-rekannya mengkaji terkait perubahan suhu yang dapat meningkat setelah emisi global mencapai net zero.
Mereka menerapkan tiga rangkaian eksperimen pemodelan komputer dan membandingkan hasil perubahan suhu bersama Produk Domestik Bruto (PDB) negara-negara terkait.
Ditemukan ketimpangan pemanasan yang terjadi pada saat ini tidak akan langsung berbalik setelah dunia mencapai net zero.
Wilayah-wilayah tropis menyikapi peningkatan suhu yang makin besar apabila dibandingkan bersama kisaran suhu historisnya. Hal tersebut berbanding terbalik bersama wilayah di lintang yang makin tinggi, termasuk sejumlah negara kaya di Eropa dan Amerika Utara.
Dampak Pemanasan Tidak Hilang dalam Sekejap
King menerangkan bahwa pengurangan emisi hingga net zero bukan berarti dampak dari karbon yang telah dilepaskan ke atmosfer ikut menghilang.
“Jika kita mengikuti jalur yang mendekati net zero, maka ketimpangan pemanasan yang kita lihat dalam pemanasan global pada saat ini akan terus berlanjut tanpa terkendali,” kata King.
Menurutnya, negara-negara kaya yang menjadi penyumbang masalah terbesar bukanlah pihak yang merasakan dampak teramat parah.
Justru wilayah yang kontribusinya terhadap pemanasan global cenderung sedikitlah yang dapat merasakan pemanasan teramat menderita.
Hal tersebut memiliki kaitannya terhadap jumlah gas rumah kaca yang telah terkumpul di atmosfer semasih belum dunia mencapai net zero. King menilai karbon yang telah dilepaskan dapat menciptakan dampak pemanasan global terus berlangsung dalam waktu yang panjang.
“Bahkan ketika kita mencapai net zero, kita telah terlanjur melepaskan sejumlah besar karbon ke atmosfer dan dampaknya akan berlanjut selama berabad-abad,” jelasnya.
Maka dari itu, kecepatan mencapai net zero menjadi salah satu aspek penting dalam membatasi pemanasan jangka panjang. King memandang bahwa semakin cepat dunia mencapai kondisi tersebut, maka kecil pula pemanasan yang berpotensi terjadi setelahnya.
Wilayah Tropis Cenderung Lebih Lama Mengalami Risikonya
Bahkan ketimpangan terhadap dampak tersebut juga berkaitan erat bersama karakteristik ekosistem di wilayah tropis.
Menurut King, sejumlah ekosistem tropis, termasuk di dalamnya ada terumbu karang, telah berevolusi dalam rentang suhu yang makin sempit daripada ekosistem di wilayah lintang tinggi.
Fenomena tersebut berakibat pada perubahan suhu yang terus-menerus berlangsung ini dapat menambah tekanan makin besar terhadap ekosistem tersebut. Dampaknya justru tidak cuma berakhir ketika emisi sukses diatasi.
Melalui temuan ini membuktikan bahwa dalam mencapai net zero merupakan untukan krusial dari upaya membatasi perubahan iklim. Namun, perlu diingat, langkah tersebut tidak secara otomatis menghapus seluruh dampak yang telah terbentuk sejak lama.
Bagi negara bersama masyarakat sekitar yang berada di kawasan tropis, permasalahan ini tidak melulu mengenai seberapa cepat emisi global dapat ditekan. Ada persoalan terkait cara menyikapi pemanasan yang telah terlanjur terjadi.
Dari penelitian tersebut diketahui bahwa dampak perubahan iklim di seluruh dunia ini memiliki dimensi waktu dan letak geografis yang berbeda.
Saat dunia bergerak menuju net zero, terdapat di dalamnya negara-negara bersama kontribusi emisi makin kecil justru tetap memperoleh risiko terhadap pemanasan dalam jangka yang tidak sebentar.
Semakin cepat emisi itu ditekan, membesar pula peluang demi membatasi pemanasan dalam jangka panjang sekaligus mengurangi kesenjangan dampak iklim yang dirasakan pada berbagai wilayah di dunia.
Penulis: Chairunisa
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

