Menperin Minta Penerapan SNI Dievaluasi, Biar Tak Jadi Beban Industri Ekspor

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Perindustrian (Menperin), Muhammad Sarmuji, mengimbau penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) ditinjau agar tidak menghambat industri dalam negeri, terutama sektor manufaktur yang berorientasi ekspor.

Sarmuji menyoroti penggunaan bahan baku atau komponen yang juga dibutuhkan industri demi menghasilkan produk ekspor. 

Menurut dia, penerapan SNI perlu mempertimbangkan kebutuhan industri agar kebijakan standardisasi tidak menjadi hambatan untuk produksi dalam negeri.

“SNI memang penting demi supaya industri kita makin berkualitas, makin sesuai bersama harapan masyarakat sekitar, konsumen juga dilindungi. Itu pentingnya SNI. Tapi SNI juga dapat menjadi technical barrier demi apa namanya, produk-produk dari luar,” kata Sarmuji di Kantor Kemenperin, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Sarmuji mencontohkan produk ban yang memiliki dua fungsi berbeda. Selain dijual langsung kepada konsumen demi kebutuhan penggantian ban kendaraan, produk tersebut juga digunakan sebagai bahan produksi demi industri otomotif.

“Misalkan ban, ban itu satu sisi itu demi konsumen, orang mau ganti ban dan lain sebagainya. Tapi di satu sisi dia merupakan bahan produksi demi menciptakan mobil, yang mobil itu orientasinya ekspor,” ujarnya.

Menurut Sarmuji, perbedaan fungsi tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam mengevaluasi penerapan standar. 

Pemerintah perlu mengonfirmasi aturan yang ditujukan demi menjaga kualitas produk tidak malah membatasi kemampuan industri nasional memproduksi barang demi pasar ekspor.

“Itu wajib kita lihat lagi supaya jangan sampai SNI justru menjadi technical barrier untuk industri kita sendiri. Nah, itu ada yang wajib kita pilah-pilah benar,” pungkas Sarmuji.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *