Detik-detik Kelakuan Arogan Ajudan Gubernur Kaltim Diduga Intimidasi Demo GMNI

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Aksi represif oknum pengawal aparatur negara kembali mencoreng ruang demokrasi di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Seorang ajudan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Briptu ART diduga menjalankan aksi dorong dan intimidasi fisik terhadap aktivis kalangan akademisi.

Peristiwa menegangkan tersebut terekam jelas dalam video yang disebar berbagai media sosial saat massa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Samarinda mencegat sang kepala daerah. Aksi saling dorong tak terhindarkan hingga memicu kemarahan para peserta unjuk rasa di lokasi.

Gesekan fisik ini menjadi bukti nyata makin buruknya pola komunikasi aparatur negara publik dalam merespons kritik masyarakat sekitar. Sikap responsif yang diharapkan justru berbuah tindakan kasar dari aparat pengaman kepala daerah.

Situasi memanas bermula ketika rombongan Rudy Mas’ud tiba di area masjid kompleks Kantor Pemprov Kaltim. Sejumlah demonstran langsung menghampiri mobil dinas demi menagih janji dialog terbuka.

Mahasiswa mempertanyakan sikap enggan sang kepala daerah menemui mereka saat menyampaikan aspirasi di jalanan. Rudy pun berdalih jadwalnya padat lantaran wajib mendatangi agenda lain secara bersamaan.

“Saya menghadiri kegiatan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI),” kata Rudy menyerahkan alasan.

Di tengah pembicaraan yang mengawali memanas, seorang ajudan kepala daerah justru mengambil tindakan agresif tanpa alasan jelas. Pengawal tersebut merangsek masuk ke kerumunan dan mendorong tubuh para demonstran.

Akibat tindakan brutal tersebut, seorang mahasiswi tersenggol keras hingga ponsel di genggamannya terpental ke tanah. Ajudan itu juga terus merangsek maju menekan posisi kalangan akademisi lain yang berupaya bertahan.

Rekaman video viral yang memperlihatkan detik-detik intimidasi tersebut langsung mendadak viral di berbagai platform media sosial. Netizen mengecam keras respons bermakinan yang ditunjukkan oleh pengawal ring satu kepala daerah tersebut.

Berdasarkan penelusuran netizen, oknum ajudan tersebut disinyalir merupakan anggota Polri aktif bernama Briptu Asky Rizal Toding. Namun, kebenaran identitas serta status kepihak kepolisianan yang bersangkutan masih menunggu verifikasi resmi institusi terkait.

Gelombang protes kalangan akademisi ini sebenarnya berawal dari keresahan atas buruknya penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan. Massa menuntut evaluasi total kepemimpinan Pemprov Kaltim yang dinilai lambat menangani krisis ekologi.

Kompleks Kantor Pemprov Kaltim di Samarinda akhirnya menjadi saksi bisu benturan antara aspirasi rakyat dan benteng kekuasaan. Insiden Senin (19/10/2026) ini kini berbuntut panjang pada desakan sanksi tegas untuk oknum ajudan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *