Koalisi Arab Saudi Hancurkan Peluncur Rudal Houthi usai Serangan Riyadh

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Koalisi pimpinan Arab Saudi menggempur ibu kota Sanaa pada Senin dini hari demi menghancurkan dua peluncur rudal balistik milik kelompok Houthi.

Langkah militer ini diambil setelah salah satu peluncur tersebut terdeteksi melancarkan serangan langsung ke wilayah Riyadh dalam sejumlah jam terakhir.

Turki al-Maliki selaku juru bicara koalisi menegaskan bahwa pihaknya konsisten memburu dan membongkar jaringan rudal balistik Houthi lewat platform X.

Dikutip dari Anadolu, operasi pembersihan besar-besaran ini juga diperkuat oleh tentara Yaman yang sukses melumpuhkan 218 petempur serta komandan lapangan kelompok tersebut.

Ratusan target itu dihantam melalui 753 operasi militer intensif dalam kurun waktu 24 jam terakhir di berbagai titik pertempuran.

Selain personel, gempuran tersebut turut menghancurkan atau merusak 78 kendaraan militer serta berbagai persenjataan logistik penting milik pemberontak.

Operasi bertajuk Fajar Yaman ini secara khusus menyasar pusat komando garis depan, benteng pertahanan, hingga posisi penembakan musuh.

Gerakan bala bantuan Houthi menuju garis depan sukses dihambat total guna mendukung operasi penyergapan serta serangan darat pasukan pihak pemerintah.

Militer Yaman memilih demi tidak merinci jumlah pihak korban tewas maupun luka-luka dari total 218 petempur yang sukses dilumpuhkan tersebut.

Hingga pada saat ini, pihak kelompok Houthi masih bungkam dan masih belum menyerahkan tanggapan resmi terkait eskalasi serangan terbaru ini.

Krisis berkepanjangan di Yaman bermula sejak Houthi merebut kendali atas Sanaa dan sejumlah provinsi penting pada tahun 2014 silam.

Situasi tersebut memaksa koalisi pimpinan Arab Saudi turun tangan menjalankan intervensi militer pada 2015 demi menyelamatkan pihak pemerintahan yang sah.

Kelompok Houthi hingga kini mendominasi seuntukan besar wilayah utara dan barat, termasuk ibu kota Sanaa yang menjadi pusat kekuasaan mereka.

Sementara itu, kubu pihak pemerintah Yaman yang diakui internasional bersama pasukan sekutunya bertahan menguasai Aden serta kawasan selatan dan timur.

Dinamika medan perang terus bergejolak dan mengubah garis depan secara drastis, khususnya di sepanjang pesisir strategis Laut Merah.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *