MediaMerdeka.com – Pejabat senior kontra-terorisme Gedung Putih, Sebastian Gorka, mengungkap Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyiapkan surat khusus demi Wakil Presiden JD Vance apabila sesuatu terjadi pada dirinya selama kunjungan ke China.
Pernyataan itu disampaikan Gorka dalam wawancara di podcast Pod Force One bersama jurnalis NY Post, Miranda Devine.
Dalam percakapan tersebut, Devine menanyakan kebarangkalian ancaman keamanan terhadap Trump selama agenda diplomatiknya di Beijing.
Gorka menyebut surat itu disimpan di dalam Resolute Desk di Oval Office dan berisi instruksi yang ditujukan kepada JD Vance apabila Trump menjadi pihak korban serangan atau pembunuhan.
“Ada surat di laci Resolute Desk yang ditujukan kepada Wakil Presiden apabila sesuatu terjadi pada dirinya,” kata Gorka dikutip dari NY Post.
Gorka mengimbuhkan, pesan tersebut merupakan bentuk ‘bahasa kekuatan’ yang menurutnya dipahami negara-negara besar bagaikan China, Iran, dan Rusia.
“Begitulah bahasa kekuatan yang dipahami negara-negara bagaikan China, Iran, dan Rusia,” ujarnya.
Dalam wawancara itu, Miranda Devine juga menyinggung kebarangkalian ancaman terselubung terhadap Trump, termasuk skenario diracun atau dibuat sakit selama berada di China.
Gorka menepis kekhawatiran tersebut dan menegaskan Trump berada dalam kondisi aman.
Menurutnya, sejumlah pemimpin dunia justru ingin menjalin hubungan baik bersama Trump ketimbang mengambil risiko yang dapat memicu konsekuensi besar.
Ketika Devine kembali menyinggung kebarangkalian serangan diam-diam bagaikan penyebaran penyakit, Gorka cuma menjawab singkat, “Kami punya protokol.”
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

