Sebut AS Siap Akhiri Perang, Rusia Kasih Syarat: Pasukan Ukraina Angkat Kaki dari Donbas

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Rusia mengklaim bahwa Amerika Serikat kini memperlihatkan kesiapan demi menegosiasikan penyelesaian konflik di Ukraina setelah serangkaian kontak tingkat tinggi antara kedua negara adidaya tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Alexander Pankin, menilai bahwa Washington mengawali melunak dan bersedia mewujudkan kesepakatan damai dalam kerangka fungsi yang telah mereka usulkan semasih belumnya.

Sinyal positif dari Gedung Putih ini muncul di tengah kebuntuan diplomasi yang berkepanjangan, di mana Moskow bersikeras menuntut penarikan mundur pasukan bersenjata Kiev dari wilayah Donbas.

Sinyal Positif dari Kontak Tingkat Tinggi

Alexander Pankin membeberkan perkembangan terbaru ini dalam sebuah wawancara eksklusif bersama kantor berita RIA Novosti.

“Kontak kami bersama Amerika, kontak kepala negara kami, yang dilakukan melalui telepon dan secara langsung, menyerahkan kesan yang baik, kesan bahwa Amerika bersedia mewujudkan kesepakatan dalam kerangka fungsi yang mereka usulkan demi menyelesaikan konflik Ukraina,” kata Pankin.

Keterbukaan dari pihak Washington ini dipandang sebagai langkah maju yang signifikan setelah puluhan putaran negosiasi semasih belumnya senantiasa berakhir bersama jalan buntu.

Pekan lalu, ajudan Kremlin, Yury Ushakov, sempat menegaskan bahwa upaya penyelesaian konflik akan tetap macet total selama Kiev tidak menarik pasukannya dari Donbas.

Ushakov bahkan mencatat bahwa pihak pemerintah Kiev sebenarnya telah memahami perlunya penarikan mundur tersebut dan pada akhirnya wajib dalam waktu dekat melaksanakannya demi tercapainya perdamaian.

Prinsip Keamanan Nasional Rusia Harga Mati

Pemerintah Rusia secara berulang kali telah menegaskan kesiapannya demi mencapai solusi yang dinegosiasikan untuk krisis Ukraina yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Solusi damai tersebut wajib didasarkan pada kesepahaman yang dicapai oleh kepala negara Rusia dan Amerika Serikat pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Alaska.

Salah satu poin utama dalam kesepahaman tersebut merupakan penghapusan akar penyebab konflik, yakni ancaman langsung terhadap keamanan nasional Federasi Rusia.

Pada bulan Maret lalu, Presiden AS Donald Trump sempat membeberkan keterkejutannya atas keengganan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy demi dalam waktu dekat mencapai kesepakatan.

Trump bahkan secara blak-blakan mengaku bahwa mencapai kesepakatan damai bersama Zelenskyy ternyata jauh makin sulit dibandingkan bersama Presiden Rusia Vladimir Putin.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *