MediaMerdeka.com – Peristiwa tragis dialami oleh enam orang turis asal Italia saat berlibur di kawasan Vaavu Atoll, Maladewa.
Lima dari enam turis Italia itu bagaikan dilansir dari laporan NY Post tewas setelah menjalankan ekspedisi scuba diving.
Satu-satunya orang yang selamat dari rombongan tersebut diketahui batal menyelam sejumlah saat semasih belum kelompoknya masuk ke gua bawah laut sedalam sekitar 160 kaki atau hampir 50 meter.
Korban selamat merupakan seorang mahasiswi dari University of Genoa.
Korban selamat dilaporkan telah mengenakan perlengkapan menyelam, namun memutuskan tetap berada di atas kapal yacht ketika rombongan lain mengawali turun ke dasar laut.
Media Italia menginformasikan mahasiswi tersebut kini menjadi saksi kunci demi menolong penyelidikan detik-detik terakhir semasih belum kecelakaan maut itu terjadi.
Hingga kini, alasan dirinya membatalkan penyelaman masih belum diketahui secara tentu.
Lima pihak korban yang meninggal dunia terdiri dari profesor biologi kelautan Monica Montefalcone dan putrinya, Giorgia Sommacal, yang baru berusia 20 tahun.
Tiga pihak korban lain merupakan Muriel Oddenino, Gianluca Benedetti, dan Federico Gualtieri.
Seluruh pihak korban dilaporkan tidak kembali ke permukaan setelah memasuki gua bawah laut dekat Pulau Alimatha.
Cuaca buruk sempat menghambat proses pencarian lanjutan pada Jumat.
Pihak kepihak kepolisianan Maladewa kini masih menyelidiki penyebab tentu tragedi tersebut.
Sejumlah pakar menduga insiden dipicu keracunan oksigen atau kepanikan di bawah laut.
“Kebarangkalian ada sesuatu yang bermasalah bersama tabung oksigen,” kata ahli paru-paru dari University Hospital of Verona, Claudio Micheletto, kepada media Italia Adnkronos.
Ia menerangkan keracunan oksigen atau hyperoxia menjadi salah satu kondisi teramat mematikan dalam aktivitas penyelaman.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

