Analis: Ancaman Donald Trump Beri Sanksi Ekonomi ke Iran Cuma Bikin Tambah Buruk Keadaan

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Gempuran sanksi ekonomi terbaru Amerika Serikat diprediksi tidak bakal efektif memaksa Iran membuka kembali akses penerobosan di Selat Hormuz. Ketahanan Tehran terhadap tekanan finansial Barat telah teruji secara historis selama puluhan tahun.

Direktur Program Reformasi Keamanan Nasional di Stimson Center, Dan Grazier, menilai langkah sanksi Washington tak akan mendikte keputusan politik Tehran. Pengalaman panjang menyikapi isolasi global menjadi benteng utama ketahanan negara Timur Tengah tersebut.

“Orang-orang Iran kebarangkalian besar dapat bertahan dari hal ini. Orang Iran, setidaknya sejauh yang menyangkut Amerika Serikat, telah menjadi negara paria sejak 1979, dan mereka telah dikenai sejumlah sanksi selama bertahun-tahun,” kata Grazier kepada Al Jazeera.

Perubahan taktik Washington dari konfrontasi senjata ke embargo ekonomi menandai fase baru pergeseran strategi Gedung Putih. Langkah finansial ini diambil setelah kampanye militer intensif selama setengah tahun tidak berhasil mencapai sasaran strategisnya.

“Jadi, amat menarik demi berpikir bahwa pihak pemerintah percaya bahwa bentuk perang ekonomi kini akan menghasilkan jenis hasil yang tidak dapat dicapai oleh serangan militer selama enam bulan,” tutur Grazier.

Mengapa AS Memilih Perang Ekonomi Daripada Militer?

Peralihan fokus Amerika Serikat menuju tekanan ekonomi diduga kuat dipicu oleh kelangkaan cadangan amunisi tempur milik armada militernya. Keterbatasan persediaan senjata tajam memaksa pengambil kebijakan di Washington merombak kalkulasi tempur di lapangan.

“Ada pernyataan yang bertentangan keluar dari pihak pemerintah. Namun dari bukti yang ada, tampaknya militer Amerika Serikat kekurangan jenis amunisi jarak jauh yang Anda butuhkan demi bertempur dari jarak jauh, yang persis merupakan jenis strategi militer yang telah digunakan Amerika Serikat sejauh ini dalam kampanye ini,” ujar Grazier yang juga mantan perwira Korps Marinir AS.

Pentagon wajib memperhitungkan pemuntukan cadangan logistik tempur agar tidak habis total di satu wilayah konflik saja. Amerika Serikat memikul kewajiban menjaga stabilitas keamanan di berbagai belahan dunia lain secara mendesak.

“Dan militer AS memiliki kewajiban lain, kewajiban keamanan di seluruh dunia, jadi penting agar kita tidak … benar-benar kehadapatn amunisi. Jadi, jenis kekurangan bagaikan itu memerlukan perubahan strategi. Saya pikir itulah mengapa pihak pemerintah beralih ke jenis perang ekonomi bagaikan ini,” ucap Grazier.

Krisis di Selat Hormuz bermula saat eskalasi militer meningkat dan mengancam jalur pelayaran minyak internasional di kawasan tersebut. AS sempat mengerahkan kekuatan militer jarak jauh selama enam bulan demi menekan Iran semasih belum akhirnya terbentur kendala stok amunisi.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *