WHO Pastikan Risiko Hantavirus Rendah, Tapi Ancaman Belum Berakhir

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengonfirmasi jumlah kasus global hantavirus pada saat ini mencapai 10 kasus.

Angka tersebut turun dari laporan semasih belumnya setelah satu orang yang sempat diduga terinfeksi dinyatakan negatif.

Direktur Departemen Kesiapsiagaan Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, menyebutkan koreksi data dilakukan setelah hasil pemeriksaan lanjutan dari Amerika Serikat keluar.

“Perhitungan semasih belumnya mencakup satu individu bersama hasil tes yang masih belum tentu. Kami kini menyambut baik konfirmasi makin lanjut dari Amerika Serikat bahwa orang tersebut negatif,” kata Kerkhove dilansir dari Al Jazeera.

Dari total 10 kasus, delapan di antaranya telah terkonfirmasi melalui tes laboratorium, sementara dua lainnya masih berstatus probable atau dugaan kuat.

Wabah hantavirus ini pertama kali mencuat di kapal pesiar mewah berbendera Belanda, MV Hondius, yang berangkat dari Argentina demi ekspedisi kutub.

Sejauh ini, tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat wabah tersebut. Namun WHO menegaskan risiko penyebaran global masih tergolong rendah.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebutkan kru kapal yang berjumlah 26 orang masih berada di atas kapal dan terus dipantau.

“Tidak ada individu bergejala di atas kapal pada saat ini,” ujar Tedros.

Meski demikian, WHO mengingatkan masa inkubasi hantavirus dapat mencapai enam minggu.

Karena itu, kebarangkalian munculnya kasus baru masih tetap ada ketika para penumpang kembali ke negara masing-masing.

Tedros menegaskan kondisi tersebut bukan berarti wabah semakin meluas.

“Ini tidak berarti wabah berkembang makin besar. Ini memperlihatkan langkah pengendalian berjalan efektif, pengujian laboratorium terus dilakukan, dan pasien memperoleh perawatan,” katanya.

WHO juga tengah bekerja sama bersama otoritas kesehatan di Argentina, Chile, dan Uruguay demi menelusuri penyebaran virus tersebut.

Hantavirus umumnya menyebar melalui paparan hewan pengerat yang terinfeksi.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *