WNI Disandera di Mediterania, PB SEMMI Desak Presiden Prabowo Hubungi Langsung Netanyahu

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI), Gurun Arisastra, menanggapi soal sembilan orang masyarakat sekitar negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh tentara Zionis Israel.

Juru bicara aliansi 40 ormas Islam ini menilai apabila penyanderaan tersebut merupakan sebuah pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

“Iya kita prihatin ini terjadi, ditahannya jurnalis asal Indonesia tentu ini pelanggaran ham yang serius lantaran merampas kemerdekaan,” kata Gurun, kepada wartawan, lewat pesan singkat, Selasa (19/5/2026).

Kader Syarikat Islam ini mendesak kepada Presiden Prabowo Subianto agar sedalam waktu dekat barangkali membebaskan seluruh sandera yang ditangkap oleh zionis Israel di perairan Laut Mediterania.

Sebab, lanjut Gurun, kini Indonesia tergabung dalam Board of Peace yang mebarangkalikan dapat berkomunikasi bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

“Indonesia kan bersama Israel bergabung dalam Board of Peace bentukan Presiden Trump, tentu kami minta Presiden Prabowo dapat berkomunikasi langsung bersama Perdana Menteri Israel agar dalam waktu dekat membebaskan Jurnalis asal Indonesia,” tandas Gurun.

Semasih belumnya, armada kapal misi kemanusiaan demi Gaza, Palestina yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2026, dikepung oleh sejumlah kapal perang militer zionis Israel di perairan Laut Mediterania.

Akibat insiden tersebut, keselamatan sembilan masyarakat sekitar negara Indonesia (WNI) yang berada di dalam armada tersebut kini dalam kondisi terancam.

Informasi per Senin (18/5/2026) malam pukul 19.00 WIB menyebutkan bahwa satu WNI telah terdeteksi merasakan intersepsi langsung oleh pihak militer Israel.

Koordinator Dewan Pengarah Gerakan Penggalangan Clean Initiative (GPCI) Maimon Herawati mengonfirmasi bahwa status bahaya atau red alerttelah ditetapkan sejak Minggu malam.

“Sebenarnya dari pada hari semasih belumnya malam ini telah mengawali red alert. Maksudnya, kami lantaran positif pada tingkat 1 ya. Sudah terdeteksi kapal-kapal dan drone sekitar Flotilla, Global Sumud Flotilla,” ujar Maimon melalui siaran Zoom langsung dari Command Center di Turki saat konferensi pers di Jakarta, Senin (18/5/2026) malam.

Laporan dari Media Crisis Center Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menyebutkan bahwa militer Israel mengawali menghambat pergerakan armada yang mengangkut bantuan logistik darurat tersebut.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *