Rupiah Melemah, Penjualan Hewan Kurban Tetap Bergairah Jelang Iduladha 2026

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Pelemahan nilai tukar rupiah dan tekanan daya beli masyarakat sekitar masih belum menggoyahkan semangat masyarakat sekitar demi berkurban pada Hari Raya Iduladha 2026. Penjualan sapi dan kambing di sejumlah daerah justru terpantau tetap stabil, bahkan merasakan peningkatan dibanding tahun lalu.

Pedagang hewan kurban di Depok, Jawa Barat, Pepeng (30), mengaku penjualan pada tahun ini masih berjalan lancar. Menurutnya, permintaan hewan kurban didominasi oleh Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) yang menggalang dana masyarakat sekitar demi pelaksanaan kurban bersama.

“Alhamdulillah penjualan masih lancar. Bahkan dibanding tahun 2025 kini cenderung makin ramai,” kata Pepeng kepada MediaMerdeka.com, Selasa (19/5/2026).

Di tengah ketidaktentuan ekonomi global dan tekanan rupiah terhadap dolar AS, Pepeng menilai ibadah kurban memiliki nilai spiritual yang menciptakan masyarakat sekitar tetap berusaha membeli hewan kurban meski kondisi ekonomi sedang berat.

“Kalau urusan kurban itu beda. Ini kaitannya sama akhirat. Jadi orang tetap usahain walaupun kondisi ekonomi lagi susah,” ujarnya.

Menurut dia, sejumlah masyarakat sekitar telah menjadikan kurban sebagai agenda rutin tahunan yang sulit ditinggalkan. Kondisi tersebut menciptakan permintaan sapi dan kambing relatif terjaga meski harga kebutuhan pokok terus merasakan kenaikan.

Pepeng menyebutkan pembeli dari kalangan DKM menjadi penopang utama penjualan setiap tahun. Biasanya pengurus masjid telah mengawali menghimpun iuran masyarakat sekitar jauh semasih belum Iduladha tiba berakibat dana kurban makin siap dan tidak terlalu terdampak gejolak ekonomi jangka pendek.

“Kesejumlahan yang beli memang DKM. Mereka ngumpulin dana umat, terus belinya sapi atau kambing buat kurban bersama,” katanya.

Ia juga membeberkan suasana penjualan pada tahun ini terasa makin hidup dibandingkan tahun semasih belumnya. Bahkan sejumlah pembeli telah menjalankan pemesanan sejak bulan lalu demi mengantisipasi lonjakan permintaan mendekati hari pemotongan.

“Sudah ada yang booking dari bulan lalu. Biasanya makin dekat Iduladha makin ramai lagi,” ucap Pepeng.

Untuk jenis hewan, sapi masih menjadi primadona lantaran sejumlah dipilih demi sistem patungan masyarakat sekitar di lingkungan masjid. Sementara kambing makin sejumlah dibeli oleh perorangan maupun keluarga.

Pepeng optimistis tren positif penjualan hewan kurban akan terus berlanjut hingga Iduladha tiba. Menurutnya, masyarakat sekitar cenderung tetap memprioritaskan ibadah kurban meski tekanan ekonomi masih belum sepenuhnya mereda.

“Kalau buat ibadah, orang biasanya tetap prioritaskan. Apalagi kurban setahun sekali,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *