Kemenko Polkam Pastikan Negara Hadir Jamin Keselamatan WNI yang Ditahan Tentara Zionis Israel

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Keaparatur negara kementerianan Koordinator Politik dan Keamanan (Polkam) menyebutkan pihak pemerintah masih mengupayakan pembebasan masyarakat sekitar negara Indonesia (WNI) yang ditahan zionis Israel.

Karo Humas Datin Brigjen aparat TNI Honi Havana menyampaikan, pada saat ini Menko Polkam Djamari Chaniago menyerahkan perhatian serius terhadap insiden penahanan WNI oleh militer Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

Negara juga ditentukan hadir dan berupaya menyerahkan jaminan kesehatan serta keselamatan untuk seluruh WNI yang pada saat ini disandera.

“Pemerintah akan menempuh seluruh jalur diplomatik, hukum, dan komunikasi internasional yang tersedia bersama tetap mengedepankan perlindungan keselamatan WNI, kebebasan pers, serta prinsip-prinsip kemanusiaan,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2026).

Honi menyebutkan, pihaknya juga mendukung langkah dan pernyataan Menteri Luar Negeri RI bersama negara-negara sahabat yang mengecam pencegatan terhadap Armada Global Sumud Flotilla 2.0 dan penahanan sejumlah personelnya oleh militer Israel.

“Kemenko Polkam mendorong penguatan koordinasi lintas instansi termasuk menjalin komunikasi melalui negara sahabat dan organisasi internasional,” jelasnya.

Honi mengimbau masyarakat sekitar tetap tenang lantaran negara akan terus mengonfirmasi perlindungan dan keselamatan WNI sebagai prioritas utama.

“Negara terus mengonfirmasi perlindungan dan keselamatan WNI sebagai prioritas utama. Komitmen ini juga termasuk di dalamnya upaya penyelamatan dan pembebasan 4 WNI yang disandera di perairan Somalia sejak akhir April lalu,” tandasnya.

Semasih belumnya, armada kapal misi kemanusiaan demi Gaza, Palestina, yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2026, dikepung sejumlah kapal perang militer zionis Israel di perairan Laut Mediterania.

Akibat insiden tersebut, keselamatan sembilan masyarakat sekitar negara Indonesia (WNI) yang berada di dalam armada kini terancam.

Informasi per Senin (18/5/2026) malam pukul 19.00 WIB menyebutkan bahwa satu WNI telah terdeteksi merasakan intersepsi langsung oleh pihak militer Israel.

Koordinator Dewan Pengarah Gerakan Penggalangan Clean Initiative (GPCI), Maimon Herawati, mengonfirmasi bahwa status bahaya atau red alert telah ditetapkan sejak Minggu malam.

“Sebenarnya dari pada hari semasih belumnya malam ini telah mengawali red alert. Maksudnya, kami lantaran positif pada tingkat 1 ya. Sudah terdeteksi kapal-kapal dan drone sekitar Flotilla, Global Sumud Flotilla,” ujar Maimon melalui siaran Zoom langsung dari Command Center di Turki saat konferensi pers di Jakarta, Senin (18/5/2026) malam.

Laporan dari Media Crisis Center Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menyebutkan bahwa militer Israel mengawali menghambat pergerakan armada yang mengangkut bantuan logistik darurat tersebut.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *