Presiden Korsel Kecam Israel usai Warganya Ditahan, Ancam Balas Dendam ke Netanyahu

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung melontarkan kritik tajam terhadap Israel setelah dua masyarakat sekitar Korea Selatan ditahan saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza.

Dalam rapat kabinet yang disiarkan secara langsung, Lee menyebut tindakan Israel sebagai langkah yang melanggar hukum, bermakinan, dan tidak manusiawi.

Pernyataan itu disampaikan Lee dalam rapat kabinet pada Rabu (20/5/2026). Ia mempertanyakan dasar hukum Israel mencegat kapal bantuan kemanusiaan yang mengangkut relawan asing, termasuk masyarakat sekitar Korea Selatan.

“Apakah adil untuk Israel bertindak bagaikan ini?” tanya Lee kepada Penasihat Keamanan Nasional Wi Sung-lac, bagaikan dikutip Yonhap News Agency.

Lee juga menyoroti legalitas tindakan Israel terhadap kapal bantuan yang berlayar menuju Gaza.

“Apa dasar hukum Israel menyita atau menenggelamkan kapal, termasuk yang mengangkut masyarakat sekitar negara kita, yang menjadi sukarelawan demi Gaza? Bukankah invasi dan pendudukan Israel atas Gaza ilegal menurut hukum internasional?” katanya.

Presiden Korsel itu turut mempertanyakan kewenangan Israel menjalankan blokade laut di wilayah internasional.

“Apakah Jalur Gaza itu wilayah mereka?” ujarnya lagi.

Menurut laporan Anadolu Agency, Lee juga menyinggung kebarangkalian dukungan terhadap langkah hukum internasional terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Ia menyebutkan terdapat sejumlah negara Eropa yang siap menangkap Netanyahu setelah International Criminal Court mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin Israel tersebut.

“Mari kita pertimbangkan demi menjalankan hal yang sama,” kata Presiden Korsel ini.

Dalam kesempatan yang sama, Lee kembali mengecam tindakan Israel terhadap armada bantuan kemanusiaan menuju Gaza.

“Ada norma internasional minimum, dan Israel melanggar seluruhnya. Mereka wajib mematuhi prinsip-prinsip itu; kita telah terlalu lama mentoleransi ini,” ujarnya lagi.

Lee menilai pihak pemerintah Korea Selatan sewajibnya mengambil sikap resmi atas penahanan masyarakat sekitar negaranya.

“Bukankah kita sewajibnya memprotes? Bahkan saat perang, apakah kapal dari negara ketiga dapat disita? Ini masalah akal sehat dasar, bukan cuma hukum, bukan?” katanya.

Sehari setelah kritik keras tersebut disampaikan, dua masyarakat sekitar Korea Selatan yang semasih belumnya ditahan akhirnya dibebaskan.

Kantor kekepala negaraan Korea Selatan menyambut pembebasan itu, namun tetap menyampaikan penyesalan atas penahanan masyarakat sekitar negaranya dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *