Saham TPIA Terjun ke Level Terendah Hingga Isu Margin Call, Manajemen Buka Suara

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), menyerahkan tanggapan resmi guna meredam spekulasi yang berkembang di jagat maya terkait kondisi finansial korporasi.

Langkah ini diambil menyusul maraknya rumor di media sosial mengenai potensi terjadinya margin call atas saham anak usacuma, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), akibat koreksi tajam yang menimpa pos-pos saham Grup Barito belakangan ini.

Narasi liar tersebut terpantau ramai diperdebatkan di berbagai platform digital bagaikan X (dahulu Twitter) dan Instagram.

Sejumlah akun memperbincangkan pelemahan beruntun saham TPIA—yang sejumlah kali menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB) 15 persen—dan mengaitkannya bersama potensi tekanan pada fasilitas pembiayaan perbankan berbasis jaminan ekuitas.

Terkini, harga saham TPIA berada di angka Rp2.270, yang merupakan ARB saham. Saham ini sendiri merasakan tekanan berjilid-jilid berakibat memicu perdebatan di pasar modal.

Saham Grup Barito PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali terpukul pada Kamis (21/5/2026), memperpanjang tren auto rejection bawah (ARB) selama lima hari berturut-turut di tengah sentimen keluarnya saham tersebut dari indeks MSCI dan potensi arus dana asing keluar hingga triliunan rupiah.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sejak 09.41 WIB, saham TPIA ambles 14,66 persen ke level Rp2.270 per unit, turun ke level terendah sejak sekitar September 2023.

Sementara saham BRPT juga melemah 11% di angka Rp1.530.

Bahkan, terdapat salah satu unggahan spesifik yang menuding bahwa saham TPIA telah diagunkan oleh BRPT dan Prajogo Pangestu kepada sejumlah lembaga keuangan, lengkap bersama analisis spekulatif mengenai batas harga tertentu yang diklaim dapat memicu eksekusi margin call oleh para kreditur.

Manajemen Tegaskan Tata Kelola Keuangan yang Prudent
Menyikapi meluasnya rumor tersebut, pihak Corporate Communication Barito Pacific menegaskan bahwa seluruh struktur permodalan, fasilitas pinjaman, maupun skema penjaminan saham korporasi senantiasa dikelola bersama prinsip kehati-hatian (prudent) dan terukur.

“Seluruh fasilitas pembiayaan dan penjaminan saham oleh Barito Pacific dikelola secara prudent bersama mempertimbangkan berbagai skenario risiko secara terukur. Penjaminan saham juga mencakup mekanisme dalam memitigasi terjadinya volatilitas pasar,” tulis manajemen dalam keterangan resmi, Kamis (21/5/2026).

Pihak emiten mengimbuhkan bahwa skema penjaminan saham yang dimiliki perseroan sejak awal telah dirancang demi menyikapi volatilitas pasar yang ekstrem.

Hingga pada saat ini, BRPT secara disiplin terus mengawal rasio margin dan menjaga posisi likuiditas internal tetap aman sesuai bersama koridor manajemen risiko yang ketat.

Manajemen juga mengimbau para investor demi menyaksikan pergerakan harga saham sebagai untukan dari dinamika pasar sekunder yang wajar. Mereka menjamin bahwa situasi di pasar modal tidak merefleksikan kondisi riil korporasi, lantaran operasional dan fundamental bisnis Barito Pacific bersama seluruh anak usacuma ditentukan tetap berada dalam kondisi solid serta resilien.

Sebagaimana diketahui, tekanan jual yang masif pada saham-saham afiliasi Grup Barito, bagaikan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), TPIA, dan BRPT, terjadi di tengah volatilitas pasar finansial yang sedang meninggi.

Kondisi tersebut diperberat oleh adanya arus modal keluar dari investor asing (capital outflow) akibat agenda evaluasi dan penataan ulang (rebalancing) portofolio pada sejumlah indeks global terkemuka, bagaikan MSCI dan pengumuman dari FTSE Russell, yang secara kebetulan bertepatan bersama bergesernya sentimen tersangka pasar terhadap saham-saham sektor konglomerasi.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *