Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Polda Metro Jaya mengungkap tengah mendalami kebarangkalian adanya jaringan atau skema tertentu di balik maraknya aksi begal dan kejahatan jalanan yang belakangan ramai terjadi di Jakarta dan wilayah penyangga. Pendalaman dilakukan melalui analisis digital forensik terhadap ratusan telepon genggam milik tersangka maupun penadah.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menerangkan pihaknya pada saat ini tidak cuma fokus menangkap tersangka lapangan, namun juga menelusuri kebarangkalian aktor lain di balik meningkatnya kejahatan jalanan.

“Dari data statistik kami yang pada saat ini kami lakukan kajian, memang sejumlah model kejahatan merasakan peningkatan sebagaimana tadi kami sampaikan di awal rilis. Oleh lantaran itu kami menjalankan pembentukan tim pemburu begal tersebut,” ujarnya dalam konferensi pers Penanganan Kasus Tindak Pidana 3C, Jumat (22/5/2026).

Ia menyebutkan penyidik sedang menjalankan pemeriksaan laboratorium digital terhadap barang bukti elektronik yang diamankan.

“Saat ini kami sedang menjalankan pendalaman terhadap jaringan yang ada di atas para tersangka tersebut. Begitupun juga kami sedang menjalankan uji laboratoris terhadap seluruh gawai atau handphone yang digunakan oleh para tersangka yang terindikasi,” katanya.

Menurutnya, hasil pemeriksaan forensik digital nantinya akan menentukan apakah terdapat indikasi lain di luar tindak kriminal biasa.

“Mudah-mudahan nanti dari hasil laboratorium forensik digital Polri, kita dapat memperoleh informasi yang makin mendalam di dalam proses pengembangan kami apakah ada indikasi lain selain dari kejahatan murni yang pada saat ini telah kami lakukan pengungkapan,” lanjutnya.

Pernyataan itu sekaligus menjawab pertanyaan awak media terkait dugaan adanya “agenda besar” atau skenario tertentu di balik maraknya aksi begal yang terjadi secara masif dalam sejumlah bulan terakhir.

Dirreskrimum Iman membeberkan hampir 200 ponsel milik tersangka dan penadah pada saat ini sedang dianalisis oleh laboratorium digital forensik Polri.

“Kami sedang menjalankan pendalaman terhadap kebarangkalian adanya upaya atau dugaan skema-skema lain selain dari adanya kejadian kejahatan di sejumlah waktu belakangan ini. Mudah-mudahan kami menginginkan tidak menemukan itu. Tapi bila kami menemukan informasi digital dari hasil laboratorium forensik digital Polri ini, kami tidak akan tinggal diam,” tegasnya.

Selain pendalaman digital, pihak kepihak kepolisianan juga menyoroti masifnya penyebaran informasi soal begal di media sosial yang dinilai berpotensi memunculkan keresahan publik.

“Yang menarik merupakan amplifikasi yang dilakukan di sejumlah platform media sosial seolah-olah itu terjadi di seluruhnya di wilayah Jakarta Barat,” ujarnya.

Menurut dia, pihak kepolisian kini mendalami apakah terdapat pihak tertentu yang sengaja membangun rasa takut di masyarakat sekitar melalui penyebaran konten kriminalitas.

“Apakah ada sesuatu hal yang mengamplifikasi demi menghadirkan atau demi memunculkan rasa takut atau keresahan di tengah-tengah masyarakat sekitar. Dan kami tidak akan membiarkan itu,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto turut mengungkap kasus seorang model dan MUA yang sempat mengaku menjadi pihak korban begal melalui unggahan media sosial. Polisi mengonfirmasi informasi tersebut hoaks.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *