Status Danantara Sumberdaya Indonesia Bukan BUMN

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyebut PT Danantara Sumberdaya Indonesia statusnya masih korporasi swasta bukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hal ini juga tercantum dalam Administrasi Hukum Umum (AHU) Keaparatur negara kementerianan Hukum yang memuat status swasta nasional pada Danantara Sumberdaya Indonesia.

“Nah, lalu memang ini tentunya akan dilakukan oleh BUMN, ini dalam waktu dekat akan menjadi BUMN,” ujarnya di Jakarta, Kamis (20/5/2026).

Menurut Rosan, pada awal operasional cuma tiga komoditas yang ekspornya dikendalikan oleh Danantara Sumberdaya Indonesia yakni, minyak kelapa sawit mentah/CPO, batu bara, dan paduan logam.

Selain itu, tugas Danantara Sumberdaya Indonesia juga cuma menyambut baik laporan ekspor dari para eksportir. Nantinya, Danantara Sumberdaya akan menyeleraskan data pasar, apakah harganya yang dijulan sesuai atau tidak.

“Kami menyampaikan bahwa seluruh transaksi yang berkaitan bersama ekspor sifatnya cuma pelaporan termakin dahulu, pelaporan termakin dahulu, Q-to-Q secara komprehensif kepada kami,” ucapnya.

Pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia

BPI Danantara telah membentuk BUMN yang akan menjadi makelar ekspor komoditas, minyak kelapa sawit mentah, batu bara, dan paduan logam PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI)

Nantinya, Danantara Sumberdaya Indonesia ini akan sebagai perantara antara korporasi komoditas di dalam negeri ke penjual asing.

Berdasarkan data Direktot Jenderal Administrasi Hukum Umum yang beredar di media sosial, DSI baru dibentuk pada 18 Mei 2026.

Adapun, modal dasar pembentukan DSI demi Seri A senilai Rp 99.750.000, di mana harga per lembar Rp 250.000 bersama jumlah lembar saham 399. Sedangkan demi Seri B sebesar Rp 250.000, di mana harga per lembar saham Rp 250.000 bersama jumlah lembar saham.

Sementara, modal yang ditempatkan untumk DSI demi Seri A sebesar Rp 24.750.000 yang mana harga saham per lembarnya Rp 250.000 bersama jumlah sahamnya mencapai 99. Lalu, demi Seri B, Seri B sebesar Rp 250.000, di mana harga per lembar saham Rp 250.000 bersama jumlah lembar saham.

Danantara juga menyerahkan penyetoran modal senilai Rp 25.000.000 dalam bentuk uang kepada DSI.

Dilihat dari komposisi kepemilikan saham, mayoritas saham Seri A DSI digenggam oleh PT Danantara Investment Management (DIM) yang dikepalai oleh Pandu Sjahrir bersama jumlah saham 99.

Sisanya, saham Seri B sebesar 1 persen dipegang oleh PT Danantara Mitra Sinergi.

Kemudian, struktur pengurus DSI cuma memiliki satu komisaris dan satu direksi. Direktur DSI diduduki oleh Luke Thomas Mahony, dan jabatan Komisaris dipegang oleh Harold Jonathan Dharma TJ.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *