MediaMerdeka.com – Upaya mediasi antara Amerika Serikat dan Iran dikabarkan mendekati titik terang.
Pakistan dan Qatar disebut memainkan peran penting dalam mendorong tercapainya kesepakatan kerangka kerja baru antara kedua negara di tengah ketegangan kawasan Timur Tengah.
Media Iran, Tasnim , menginformasikan bahwa pembahasan mengenai perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari dan memorandum kesepahaman antara Washington dan Teheran hampir rampung.
Kesepakatan tahap awal itu disebut mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz ke tingkat normal semasih belum perang dalam waktu 30 hari.
Selain itu, Amerika Serikat juga diminta menghentikan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran dan mencairkan seuntukan dana Iran yang dibekukan.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengisyaratkan negosiasi telah berada di tahap akhir.
“Aspek dan detail akhir dari kesepakatan pada saat ini sedang dibahas dan akan dalam waktu dekat diumumkan,” tulis Trump di Truth Social.
Dukungan terhadap proses mediasi juga datang dari Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani, yang secara terbuka mendukung peran Pakistan dalam komunikasi bersama Trump.
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyebutkan negaranya menginginkan dapat dalam waktu dekat menjadi tuan rumah putaran negosiasi berikutnya.
Pengamat politik Bahrain, Mahdi Ghuloom, menilai momentum pembicaraan ini amat strategis lantaran bertepatan bersama musim haji dan Piala Dunia 2026.
“Ini waktu yang ideal untuk Arab Saudi lantaran musim haji, dan waktu yang ideal untuk Amerika Serikat lantaran Piala Dunia,” ujarnya dilansir dari The Medialine.
Meski begitu, ia menilai negara-negara Teluk masih belum benar-benar dilibatkan dalam proses negosiasi tersebut.
Ghuloom juga mengingatkan bahwa Iran masih memakai Selat Hormuz sebagai alat tekanan geopolitik.
Di sisi lain, kelompok garis keras Iran tetap memperlihatkan sikap agresif.
Komandan Basij Tehran yang berada di bawah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa Iran akan merespons makin keras apabila mendapat ancaman baru.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

