Riset: 80 Persen Warga Pesisir Alami Penurunan Pendapatan Akibat Krisis Iklim

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Krisis iklim di wilayah pesisir Indonesia tidak lagi cuma soal banjir rob atau abrasi pantai. Dampaknya kini merambah kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar, mengawali dari penurunan pendapatan, meningkatnya risiko migrasi, hingga terganggunya akses pendidikan dan kesehatan untuk kelompok rentan.

Temuan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam buku Climate Change, Labour and Migration in Indonesia, hasil penelitian kolaboratif antara Griffith University, Badan Riset dan Inovasi Nasional, dan Universitas Diponegoro.

Penelitian dilakukan di sejumlah wilayah pesisir utara Pulau Jawa, termasuk Jakarta, Semarang, Pekalongan, dan Demak, yang selama sejumlah tahun terakhir menyikapi kombinasi ancaman berupa banjir rob, abrasi, penurunan muka tanah, serta kenaikan suhu yang semakin ekstrem.

Pelaksana Tugas Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora BRIN, Muhammad Najib Azca, menyebutkan perubahan iklim telah berkembang menjadi persoalan lintas sektor yang memengaruhi kehidupan masyarakat sekitar secara luas.

Menurutnya, dampak tersebut tidak cuma berkaitan bersama lingkungan, namun juga menyentuh persoalan ekonomi, ketenagakerjaan, mobilitas penduduk, hingga ketimpangan sosial.

Pendapatan Menurun, Risiko Migrasi Meningkat

Salah satu temuan penelitian memperlihatkan sekitar 80 persen responden di wilayah terdampak merasakan penurunan pendapatan akibat banjir, kenaikan muka laut, dan penurunan muka tanah.

Berkurangnya pendapatan menciptakan sejumlah keluarga wajib beradaptasi bersama kondisi yang semakin sulit, termasuk mempertimbangkan perpindahan tempat tinggal atau mencari pekerjaan di wilayah lain.

Buku tersebut juga menyoroti potensi migrasi paksa akibat hilangnya lahan dan ruang hidup masyarakat sekitar pesisir. Dalam sejumlah kasus, perpindahan penduduk bukan cuma dipicu oleh faktor ekonomi, namun juga lantaran wilayah tempat tinggal mereka semakin rentan terhadap bencana dan genangan permanen.

Dampaknya tidak berhenti pada aspek ekonomi. Penelitian mencatat bahwa gangguan lingkungan juga berpengaruh terhadap akses pendidikan anak, layanan kesehatan, serta kesejahteraan keluarga secara keseluruhan.

Perempuan dan Anak Menjadi Kelompok Paling Rentan

Penelitian ini menemukan bahwa wanita dan anak kerap kali menjadi kelompok yang teramat terdampak ketika krisis iklim terjadi.

Selain menyikapi tekanan ekonomi keluarga, wanita kerap menanggung beban tambahan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga ketika akses terhadap air bersih, pangan, atau pekerjaan menjadi semakin terbatas.

Anak-anak juga menyikapi risiko yang makin besar akibat terganggunya pendidikan, kesehatan, dan kualitas lingkungan tempat mereka tumbuh.

Head of Research PUSKAPA UI, Widi Laras Sari, menilai dampak perubahan iklim perlu dipahami secara makin menyeluruh lantaran menyangkut kehidupan kelompok rentan yang selama ini kerap luput dari perhatian.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *