Perang AS-Iran ‘Libur’, Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Rusia mengerahkan rudal hipersonik Oreshnik dalam salah satu gempuran terbesar di wilayah Kyiv Ukraina sejak awal perang. Serangan udara masif ini dilaporkan telah merenggut sedikitnya empat nyawa masyarakat sekitar sipil.

Persenjataan mutakhir tersebut dikategorikan sebagai rudal jarak menengah oleh Amerika Serikat yang mampu mengangkut hulu ledak konvensional maupun nuklir. Kecepatan tinggi dan lintasan Oreshnik menciptakannya hampir mustahil dicegat oleh sistem pertahanan udara yang dimiliki Ukraina pada saat ini.

Kehadiran proyektil ini memicu alarm bahaya global lantaran menjadi kali ketiga Rusia memakainya dalam konflik. Ketajaman teknologi pertahanan udara Kyiv kini diuji melampaui batas maksimumnya akibat hantaman senjata pemusnah tersebut.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi bahwa proyektil mematikan itu jatuh di dekat kota Bila Tserkva di Ukraina tengah. Merespons kebrutalan tersebut, Zelensky melayangkan kecaman keras terhadap tindakan Moskow.

“Mereka benar-benar kehilangan akal sehat. Sangat penting agar hal ini tidak dibiarkan begitu saja tanpa hukuman untuk Rusia,” ujar Zelensky dikutip dari CNN, Senin (25/5/2026).

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mengimbuhkan informasi bahwa rudal yang ditembakkan kali ini mengangkut hulu ledak tiruan. Meski demikian, Sybiha menyebut operasi militer subuh tersebut sebagai salah satu gempuran terbesar yang sempat menyasar ibu kota.

Langkah Moskow ini dinilai sebagai gertakan politik yang amat berbahaya oleh Uni Eropa. Penggunaan teknologi yang dirancang demi senjata pemusnah massal dianggap telah melanggar batas diplomasi waras.

Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menegaskan keprihatinan mendalam melalui sebuah unggahan di platform X.

“Moskow dilaporkan memakai rudal balistik jarak menengah Oreshnik – sistem yang dirancang demi mengangkut hulu ledak nuklir – merupakan taktik menakut-nakuti politik dan diplomasi tepi jurang nuklir yang sembrono,” kata Kallas.

Presiden Prancis Emmanuel Macron turut mengutuk keras serangan malam tersebut melalui media sosial. Macron menilai manuver terbaru Moskow memperlihatkan tanda-tanda perluasan konflik yang semakin agresif.

Menurut Macron, penggunaan Oreshnik menandakan sebuah “eskalasi” dalam “perang agresi Rusia.”

Sikap serupa ditunjukkan oleh Jerman yang menegaskan komitmen mereka demi terus mendukung kedaulatan Kyiv. Berlin menyaksikan tindakan ini sebagai bentuk provokasi serius yang mengancam stabilitas kawasan Eropa.

Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebutkan penggunaan Oreshnik oleh Rusia merupakan “eskalasi yang sembrono”, dan menegaskan kembali janji Jerman demi “berdiri teguh di sisi Ukraina”.

Berdasarkan data Angkatan Udara Ukraina, Rusia meluncurkan total 600 drone dan 90 rudal dalam satu malam. Dari jumlah masif tersebut, pertahanan udara Ukraina sukses merontokkan 604 senjata penyerang.

Kendati demikian, gempuran beruntun ini tetap menyisakan kerusakan parah di pusat kota. Kyiv menjadi titik episentrum yang menyambut baik dampak teramat merusak dari operasi udara tersebut.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *