Skandal Riset Palsu di Denmark, Peneliti Indonesia Diduga Tipu Ilmuwan Dunia Demi ‘Grant’

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Dugaan keterlibatan sejumlah masyarakat sekitar negara Indonesia (WNI) dalam skandal pemalsuan riset di sebuah konvensi ilmiah di Denmark kini menuai sorotan.

Kasus dugaan pemalsuan itu mencuat setelah ditemukan indikasi manipulasi dalam publikasi dan proses penelitian yang dipresentasikan dalam forum akademik internasional tersebut.

Dugaan pemalsuan riset itu viral setelah seorang dosen dan peneliti Departemen Ilmu Kelautan Universitas Udayana, Ida Bagus Mandhara Brasika, menciptakan unggahan di media sosial Thread pada Senin (25/5) pada hari semasih belumnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erra Wulandari mengaku baru mendengar informasi tersebut.

Namun ia menegaskan bahwa BRIN memiliki aturan ketat terkait integritas penelitian.

“Kami punya organisasi profesi, Perhimpunan Periset Indonesia, di sana ada yang namanya Kode Etik Peneliti dan Penelitian. Itulah yang menjadi dasar untuk peneliti senantiasa menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan penelitian,” kata Erra kepada MediaMerdeka.com, Selasa (26/5/2026).

Erra menyebutkan, hingga pada saat ini BRIN masih belum menyambut baik laporan maupun pengaduan resmi terkait dugaan keterlibatan peneliti Indonesia dalam kasus tersebut.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pelanggaran etik penelitian dapat berujung pada sanksi berat apabila terbukti terjadi fraud atau kecurangan ilmiah.

Belum ada bila kami, lantaran hukumannya berat bila sampai terbukti, saya rasa kami tidak kurang-kurang senantiasa mengingatkan ini demi periset di BRIN. Kalau fraud dapat pemberhentian dari peneliti,” ujarnya.

Semasih belumnya, pada postingan Ida Bagus Mandhara Brasika disebitkan bila dugaan pemalsuan riset itu terungkap saat konferensi ilmiah demi para ahli pneumonia seluruh dunia, ISPPD, di Kopenhagen, Denmark pada 17-21 Mei lalu.

Dalam konferensi itu terdapat kelompok periset asal Indonesia yang tampak telah menghasilkan temuan luar biasa. Para periset itu di antaranya, Prihatini, Rifaldy Fajar dan Rini Winarti.

Akan namun, setelah ditelisik, kelompok periset tersebut diduga telah mengikuti konferensi bersama hasil penelitian palsu.

Disinyalir tindakan itu jadi modus terduga tersangka demi memperoleh dana hadiah (grant) dalam konferensi ilmiah.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *