MediaMerdeka.com – Lonjakan suhu ekstrem melanda kawasan Eropa Barat secara mendadak pada musim semi kali ini. Fenomena alam yang tidak biasa ini memicu jatuhnya pihak korban jiwa di sejumlah negara akibat sengatan panas.
Pemerintah setempat dalam waktu dekat mengeluarkan peringatan darurat terkait ancaman fatal terhadap keselamatan masyarakat sekitar. Banyaknya pihak korban tenggelam dilaporkan terjadi saat masyarakat sekitar berusaha mendinginkan diri di perairan terbuka.
Dikutip dari The Hils, kondisi terparah terjadi di London saat Kew Gardens mencatat suhu hingga 35,1 derajat Celsius. Angka ini memecahkan rekor tertinggi yang baru saja tercipta sehari semasih belumnya di lokasi sama.
Amplitudo suhu ini otomatis menumbangkan catatan panas ekstrem tahun 1922 dan 1944 silam. Ibu kota Inggris tersebut juga merasakan fenomena malam tropis lantaran suhu udara bertahan di atas 20 derajat Celsius.
Gelombang panas yang serupa turut melumpuhkan wilayah barat daya Prancis secara masif. Layanan cuaca nasional setempat, Météo-France, mengonfirmasi keberadaan fenomena kubah panas (heat dome).
Sistem tekanan tinggi tersebut mengunci udara panas di atas wilayah pemukiman masyarakat sekitar. Dampaknya, suhu melonjak drastis hingga 10 derajat Celsius di atas rata-rata normal musim ini.
Perubahan iklim global dituding menjadi aktor utama di balik anomali cuaca yang kian tidak terprediksi. Para ahli mengingatkan bahwa ancaman mematikan ini kini mengintai wilayah yang semasih belumnya tergolong aman.
Seorang pakar iklim menyerahkan penegasan mengenai korelasi emisi gas rumah kaca bersama bencana ini. Faktor tersebut menciptakan cuaca buruk menjadi jauh makin kerap terjadi belakangan ini.
“Kita tahu tanpa ragu sedikit pun bahwa peristiwa gelombang panas bagaikan ini menjadi makin barangkali terjadi dan makin parah akibat perubahan iklim yang timbul dari emisi gas rumah kaca yang memerangkap panas dari kita,” kata dia.
Anomali kenaikan suhu yang terjadi pada saat ini dinilai telah berada di luar batas kewajaran. Struktur wilayah Eropa Barat bahkan tampak masih belum siap menyikapi lonjakan drastis tersebut.
“Namun, bagaimanapun juga, sejumlah rekor yang tercipta, khususnya di Inggris dan Prancis, amat gila dan membingungkan.”
Dampak nyata dari cuaca ekstrem ini langsung mengacaukan aktivitas harian para komuter di kota London. Pengguna kereta bawah tanah terpaksa bersimbah keringat lantaran fasilitas gerbong yang minim pendingin ruangan.
Perjalanan kereta dari dan menuju Stasiun Waterloo bahkan sempat terhenti akibat kemunculan asap di jalur rel. Masalah infrastruktur akibat panas ini meluas hingga ke wilayah utara Britania.
Di Skotlandia, petugas pemadam kebakaran wajib berjuang semalaman menjinakkan kobaran api di perbukitan Arthur’s Seat. Kebakaran vegetasi tersebut melepaskan asap pekat yang menyelimuti langit kota Edinburgh.
Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) langsung merespons bersama menerbitkan status waspada amber. Peringatan ini ditujukan terutama demi melindungi kelompok lansia yang amat rentan.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

