Belum Siap Beroperasi, Modal Awal Danantara Sumberdaya Indonesia Rp100 Juta dan Wajib Kejar Cuan

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) telah wajib membidik keuntungan besar (profit for profit) dari tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) satu pintu, kendati masih belum sepenuhnya siap beroperasional penuh pada pada tahun ini.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa sejak awal pendirian, PT DSI memang dirancang sebagai entitas bisnis yang berorientasi murni pada profit, bukan sekadar lembaga administratif.

“Dari awal lantaran kebetulan di bawah Danantara, dan namanya Danantara Sumberdaya Indonesia, ide awalnya memang menjadi suatu korporasi dan korporasi BUMN yang memang wajib profit for profit,” ujar Pandu dalam agenda Investor Daily Round Table, Selasa (26/5/2026).

Mengingat PT DSI baru berumur jagung, Pandu menyebutkan ekspansi tugas dan operasional korporasi akan dilakukan secara bertahap dan terukur agar tidak kehilangan fokus arah bisnisnya.

“Jadi biar jelas saja. Dari sisi PT DSI sendiri, ini namanya ‘you cannot get all three on one go‘. Semuanya selangkah demi selangkah. Jadi awalnya menjadi agent of business dahulu,” tambahnya.

Meski bertahap, akselerasi pertumbuhan internal diprediksi berjalan kilat. Pandu membandingkan linimasa DSI bersama pertumbuhan organik BPI Danantara yang melesat dalam setahun terakhir.

“Kita mengawali Februari [2025] bersama 3 orang. Akhir Maret telah 30 orang. Sekarang, setahun lalu 450 orang. Saya rasa linimasanya serupa, barangkali [PT DSI] dapat sedikit makin cepat,” kata Pandu optimistis.

Pada tahap awal operasionalnya, PT DSI akan memfokuskan lini bisnisnya pada skema jual-beli komoditas strategis yang telah ditentukan masuk ke dalam sistem ekspor satu pintu. Tiga komoditas utama tersebut merupakan Minyak Kelapa Sawit atau crude palm oil (CPO), batu bara, dan paduan besi (ferro alloy).

“Fokus kami tadi sesuai bersama mandat ya, kita membeli dan terus menjual. Hal-hal yang lain di luar itu masih belum dapat kami diskusikan lantaran kita perlu menjalani termakin dahulu. Setelah itu, kita akan berbicara juga bersama sektor swasta soal ini,” jelas Pandu.

Berdasarkan data dokumen Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Keaparatur negara kementerianan Hukum, PT Danantara Sumberdaya Indonesia resmi didirikan pada 18 Mei 2026. Perusahaan holding ini bermarkas di Wisma Danantara Indonesia, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Modal dasar awal DSI tercatat sebesar Rp100 juta, yang teruntuk atas 399 lembar saham seri A senilai Rp99.750.000 dan 1 lembar saham seri B senilai Rp250.000.

Komposisi kepemilikan sahamnya ditempatkan kepada PT Danantara Asset Management (DAM) selaku pemegang 99 lembar saham seri A (Rp24.750.000), sementara saham Seri B dipegang penuh oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pemegang kendali utama sebesar Rp250.000.

Saat ini pemegang saham mempercayakan posisi Direktur Utama kepada Luke Thomas Mahony, yang merupakan mantan Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Sementara posisi Komisaris Utama diisi oleh Harold Jonathan Dharma TJ, bankir investasi senior yang sempat menjabat Direktur Mandiri Sekuritas.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *