MediaMerdeka.com – Perusahaan modal ventura, MDI Ventures, mengeluarkan laporan resmi atau white paper, terkait bersama ekonomi digital. White paper itu itu bertajuk Catalyzing Digital Resilience and Sustainable Growth: Advancing Inclusive Innovation and AI-Driven Impact Across Indonesia’s Digital Economy.
MDI Ventures menyebut ekonomi digital Indonesia memiliki potensi besar bersama gross merchandise value (GMV) yang diproyeksikan mencapai 180 miliar dolar AS hingga 340 miliar dolar AS pada 2030.
Namun, pertumbuhan tersebut dinilai masih dibayangi tantangan besar, khususnya terkait pembiayaan untuk tersangka usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Masih ada kesenjangan pembiayaan UMKM masih menjadi tantangan besar, bersama kebutuhan pendanaan yang jauh melampaui akses yang tersedia pada saat ini,” tulis MDI Ventures dalam laporannya, bagaikan dikutip, Selasa (26/5/2026).
MDI Ventures mencatat sesejumlah 65 juta UMKM di Indonesia berkontribusi sekitar 60,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menyerap 96,5 persen tenaga kerja nasional. Meski demikian, akses pembiayaan formal masih amat terbatas.
Pada 2023, cuma 2,2 persen tersangka usaha mikro dan kecil yang tercatat memperoleh akses pinjaman bank.
Karena itu, MDI Ventures menilai pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) dapat menjadi solusi demi memperluas akses kredit, salah satunya melalui credit scoring berbasis data alternatif.
“Pendekatan bagaikan credit scoring berbasis data alternatif—yang dimanfaatkan oleh Ascore.ai (Amartha)—membuka peluang demi memperluas akses kredit untuk segmen yang selama ini masih belum terlayani,” tulis laporan tersebut.
Selain pembiayaan, tantangan lain yang disoroti merupakan meningkatnya ancaman keamanan siber di tengah pertumbuhan ekonomi digital nasional.
MDI Ventures mencatat sepanjang 2024 terjadi 56,1 juta data terekspos dan 5.780 insiden defacement di Indonesia.
“MDI Ventures memandang ketahanan siber sebagai elemen penting dalam memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia,” tulis laporan itu.
Direktur MDI Ventures, Roby Roediyanto, menyebutkan teknologi sewajibnya tidak cuma menciptakan nilai ekonomi, namun juga dampak sosial dan lingkungan yang nyata.
“White paper terbaru kami merefleksikan peran MDI Ventures sebagai enabler yang menghubungkan inovasi bersama kebutuhan nyata di masyarakat sekitar. Hal ini tercermin dari berbagai portofolio kami di bidang AI, cybersecurity, hingga digital infrastructure, yang menghadirkan solusi konkret demi menjawab berbagai tantangan. Melalui pendekatan tersebut, kami menyaksikan bahwa teknologi tidak cuma mampu menciptakan nilai ekonomi, namun juga menghasilkan dampak sosial dan lingkungan yang terukur,” ungkap Roby Roediyanto.
Ke depan, MDI Ventures menegaskan akan terus fokus pada pengembangan sektor AI, keamanan siber, hingga blockchain sebagai untukan dari strategi investasi berbasis dampak yang terukur demi mendukung ekonomi digital Indonesia yang makin inklusif dan berkelanjutan.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

