Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN, Gerindra: Sejak Era SBY dan Jokowi Sudah Begitu!

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Partai Gerindra merespons polemik penggunaan APBN demi pengadaan 1.098 sapi kurban Presiden Prabowo Subianto pada Iduladha 2026.

Juru Bicara Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, menyebut program bantuan sapi kurban kepala negara bukan hal baru lantaran telah dilakukan sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

“Di era Presiden semasih belumnya juga ada bantuan sapi kurban Presiden yang disalurkan ke berbagai daerah melalui mekanisme negara dan difasilitasi Sekretariat Presiden,” kata Bahtra dalam keterangannya kepada MediaMerdeka.com, Rabu (27/5/2026).

“Selain itu, sejak dulu bantuan kemasyarakat sekitaran Presiden juga mencakup bantuan sembako, bantuan rumah layak huni, bantuan pihak korban bencana, bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, bantuan rumah ibadah, hingga bantuan sosial masyarakat sekitar kurang mampu. Jadi jangan dibangun opini seolah program bagaikan ini baru ada kini,” sambungnya.

Bahtra menerangkan, bantuan sapi kurban tersebut merupakan untukan dari Bantuan Kemasyarakat sekitaran Presiden (Banmaspres) yang dianggarkan resmi melalui APBN.

“Jadi ini bukan uang pribadi Presiden yang diklaim sebagai bantuan pribadi. Ini merupakan program bantuan kemasyarakat sekitaran negara yang memang dianggarkan secara resmi melalui APBN demi menolong masyarakat sekitar di berbagai daerah. Tidak ada aturan yang dilanggar di situ,” ujarnya.

Ia menegaskan program tersebut memiliki dasar hukum melalui UU APBN 2026 dan dijalankan sesuai mekanisme pengelolaan keuangan negara lewat Keaparatur negara kementerianan Sekretariat Negara.

Menurut Bahtra, negara memang berkewajiban hadir menolong masyarakat sekitar, termasuk pada momentum Iduladha.

“Jangan dibangun opini seolah negara tidak boleh hadir menolong rakyat. Justru melalui program bagaikan ini, negara mengonfirmasi manfaat Idul Adha dirasakan makin luas oleh masyarakat sekitar, khususnya kelompok yang membutuhkan,” tegasnya.

Selain berdampak sosial, Bahtra menyebutkan program itu juga menolong menggerakkan ekonomi peternak lokal lantaran seluruh sapi dibeli dari peternakan dalam negeri.

Pakai APBN

Presiden Prabowo menarik perhatian publik setelah menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban pada Iduladha 2026.

Sesejumlah 598 ekor sapi kurban didistribusikan ke 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Sementara itu, 500 ekor sisanya disalurkan ke berbagai lembaga pendidikan, pondok pesantren, lembaga sosial, hingga tokoh agama dan masyarakat sekitar.

Tak main-main, sapi yang dipilih merupakan ras unggul bagaikan Simmental, Limousin, Angus, hingga Belgian Blue bersama bobot jumbo mengawali dari 800 kilogram hingga 1,3 ton yang dibeli dari peternak lokal.

Namun, langkah Prabowo Subianto membeli ribuan sapi kurban memicu polemik lantaran anggaran yang digunakan berasal dari APBN, bukan kantong pribadi.

Total anggaran yang dikucurkan mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp100 miliar melalui pos bantuan kepala negara demi kemasyarakat sekitaran.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *