MediaMerdeka.com – Euforia kemenangan PSG di final Liga Chamipons 2025/2026 berubah menjadi malam penuh kekacauan di sejumlah kota di Prancis.
Kerusuhan yang mewarnai perayaan suporter menyebabkan satu orang tewas, ratusan orang terluka, dan ratusan lainnya ditangkap aparat keamanan.
Keaparatur negara kementerianan Dalam Negeri Prancis mengumumkan sesejumlah 780 orang telah diamankan menyusul berbagai aksi kekerasan, vandalisme, dan gangguan ketertiban yang terjadi setelah PSG mengonfirmasi gelar juara Eropa mereka.
Korban jiwa dilaporkan terjadi di Paris pada Minggu (31/5) dini hari waktu setempat.
Seorang pria berusia 24 tahun meninggal dunia setelah merasakan kecelakaan saat mengendarai motor di kawasan Porte Maillot, dekat jalan lingkar Paris.
Menurut otoritas setempat, pihak korban menabrak blok beton yang menutup akses keluar jalan.
Saat kejadian, pria tersebut diketahui tidak mengenakan helm dan memakai jersey PSG.
Kejaksaan Paris menyebut insiden itu sebagai kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah motocross.
Korban dinyatakan meninggal pada pukul 02.20 dini hari dan penyelidikan telah dibuka demi mengetahui penyebab tentu kecelakaan tersebut.
Selain pihak korban tewas, Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, membeberkan bahwa sedikitnya 57 pihak kepolisian dan personel gendarmerie merasakan luka-luka selama pengamanan.
Sesejumlah 219 masyarakat sekitar juga dilaporkan terluka, termasuk delapan orang yang merasakan cedera serius.
“Situasi secara umum masih terkendali,” kata Nunez dalam konferensi pers.
Namun ia mengakui adanya gangguan ketertiban umum dan kekerasan antar masyarakat sekitar yang memaksa pihak kepolisian menjalankan tindakan tegas.
Kerusuhan terjadi di berbagai titik, terutama di kawasan Champs-Elysees, sekitar Parc des Princes, dan jalan lingkar Paris.
Aparat juga menginformasikan penggunaan kembang api mortir yang meningkat dibanding tahun-tahun semasih belumnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

