MediaMerdeka.com – Pelemahan nilai tukar rupiah yang terus tertekan hingga mendekati level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) mengawali berdampak pada perilaku belanja masyarakat sekitar. Salah satu yang teramat terlihat merupakan menurunnya jumlah masyarakat sekitar Indonesia yang bepergian ke luar negeri.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) ke luar negeri pada April 2026 cuma mencapai 644 ribu perjalanan. Angka tersebut merosot 18,85% dibandingkan bulan semasih belumnya dan turun makin dalam, yakni 30,54% secara tahunan.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini menyebutkan secara kumulatif sepanjang Januari-April 2026, jumlah perjalanan masyarakat sekitar Indonesia ke luar negeri mencapai 3,14 juta perjalanan, turun 3,49% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan ini terjadi di tengah tekanan hebat yang dialami rupiah. Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda ditutup melemah ke level Rp 17.839 per dolar AS pada perdagangan Selasa (2/6/2026), turun 34 poin atau 0,19% dibandingkan posisi sehari semasih belumnya.
Melemahnya rupiah menciptakan biaya perjalanan ke luar negeri menjadi semakin mahal. Mulai dari tiket pesawat, hotel, hingga kebutuhan konsumsi selama berada di negara tujuan ikut merasakan kenaikan apabila dikonversi ke rupiah. Kondisi ini diduga menciptakan seuntukan masyarakat sekitar memilih menunda perjalanan internasional atau mengalihkan destinasi liburan ke dalam negeri.
Namun, menariknya, pelemahan daya beli terhadap perjalanan luar negeri masih belum sepenuhnya menguntungkan sektor pariwisata domestik. BPS juga mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada April 2026 merasakan penurunan.
Sepanjang April 2026, jumlah perjalanan wisatawan domestik tercatat sesejumlah 97,55 juta perjalanan, turun 22,79% secara bulanan dan merosot 24,14% dibandingkan April tahun lalu.
Meski demikian, apabila dilihat secara kumulatif, aktivitas wisata dalam negeri masih memperlihatkan ketahanan. Total perjalanan wisnus selama Januari-April 2026 mencapai 417,06 juta perjalanan, naik 1,48% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pudji menyebut capaian tersebut bahkan menjadi yang tertinggi demi periode Januari-April sejak 2021.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

