Mata dan Telinga Prabowo Pelototi Semua Program: Pejabat Jangan Coba-coba Korupsi!

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi bukti bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak cuma mengandalkan laporan resmi dari bawahannya.

Mata dan telinga Presiden disebut terus bekerja memantau jalannya berbagai program pihak pemerintah.

Setelah semasih belumnya mengungkap bahwa pencopotan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung berawal dari laporan BPKP dam PPATK mengenai dugaan penyelewengan di BGN, Istana mengonfirmasi mekanisme serupa juga berlaku demi program-program lain.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebutkan Prabowo secara rutin menyambut baik laporan dan menjalankan evaluasi terhadap seluruh keaparatur negara kementerianan maupun lembaga.

Saat ditanya apakah Presiden juga menyambut baik laporan terkait program-program di luar Makan Bergizi Gratis (MBG), Pras menjawab tegas.

“Iya lah,” kata Pras di Kompleks Istana Kekepala negaraan Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Menurut Pras, pengawasan tersebut merupakan untukan dari tugas Presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pihak pemerintahan.

“Jadi beliau ya sebagai kepala negara, kepala pihak pemerintahan memang rutin seluruh program, seluruh keaparatur negara kementerianan dilakukan monitoring, dilakukan evaluasi,” ujarnya.

Pernyataan itu mempertegas bahwa laporan yang sampai ke Presiden tidak cuma berkaitan bersama kasus yang telah mencuat ke publik, melainkan juga perkembangan berbagai program strategis pihak pemerintah.

Meski demikian, Pras menegaskan monitoring yang dilakukan Presiden tidak senantiasa berarti ada dugaan pelanggaran atau persoalan hukum.

Ia menyebutkan pengawasan tersebut makin ditujukan demi mengonfirmasi program-program pihak pemerintah berjalan sesuai target.

“Tapi kan makna monitoringnya kan tidak lalu senantiasa telah mengarah kepada suatu kejadian atau suatu tindakan kan. Lebih kepada program-program yang wajib dalam waktu dekat dijalankan oleh keaparatur negara kementerianan masing-masing,” kata Pras.

Semasih belumnya, Prabowo mengaku telah menyambut baik laporan mengenai adanya kejanggalan dan indikasi penyelewengan di tubuh BGN jauh semasih belum Dadan Hindayana dan dua wakilnya dicopot dari jabatan.

Laporan tersebut lalu ditindaklanjuti bersama mengimbau pendalaman dari sejumlah lembaga, termasuk Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Belakangan, Kejaksaan Agung menetapkan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *