Jadi Kasus Langka, Peneliti UGM Beberkan Hasil Penelitian Kebakaran Misterius Sleman

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebut fenomena kebakaran misterius yang berulang di rumah masyarakat sekitar Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, sebagai kasus langka.

Hingga kini, para peneliti masih mendalami penyebab tentu munculnya api yang telah terjadi puluhan kali tersebut.

Anggota Tim Peneliti dari Departemen Teknik Geologi dan Lingkungan UGM, Sarju Winardi, menyebutkan kasus yang terjadi di rumah milik Mutfiana atau Fia dan Agus ini masih belum ditemukan di lokasi lain.

Menurutnya, pola kemunculan api hingga dugaan gas yang terlibat menjadikan fenomena tersebut tergolong khusus.

Kalau dibicara komparasi, justru komparasinya memperlihatkan bahwa ini itu kasus khusus. Tidak dijumpai di tempat lain,” kata Sarju, dikutip, Jumat (5/6/2026).

Hasil penelitian sementara, Sarju bilang ditemukan indikasi kuat keberadaan gas hidrogen di lokasi kebakaran. Gas hidrogen itu muncul atau terbentuk dibarangkalikan dari limbah organik hasil pemotongan ayam.

Diketahui rumah tersebut memang digunakan demi usaha pemotongan ayam sejak 16 tahun silam.

Namun, yang masih menjadi tanda tanya besar ialah mengapa fenomena tersebut cuma muncul di rumah itu.

Padahal model pengelolaan limbah pemotongan ayam serupa juga sejumlah ditemukan di tempat lain.

“Kami masih belum mempunyai jawaban komprehensif terkait kenapa limbah pemotongan ayam di tempat ini yang menghasilkan katakanlah gas hidrogen, dibanding misalkan pemotongan ayam di tempat lain,” ujarnya.

Menurut Sarju, secara ilmiah fenomena gas hidrogen memang sempat ditemukan di lokasi bersama material organik membusuk bagaikan timbunan sampah, bangkai hewan, hingga area pemakaman.

Namun, kasus yang berkaitan bersama limbah pemotongan ayam bagaikan di Seyegan, Sleman ini masih belum sejumlah ditemukan.

“Fenomena yang sama itu terjadi bukan di limbah ayam, namun secara saintifik itu dijumpai di daerah bekas ada suatu pembuangan sampah di mana di situ sejumlah material organisme,” ungkapnya.

Tim peneliti menduga gas hidrogen terbentuk dari proses fermentasi limbah organik yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Limbah berupa darah, bulu ayam, hingga sisa organik lain disebut berpotensi memicu aktivitas bakteri anaerob yang menghasilkan gas mudah terbakar.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *