MediaMerdeka.com – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, angkat bicara mengenai penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax yang merasakan kenaikan signifikan.
Ia mengonfirmasi bahwa kenaikan harga tersebut akan menyerahkan dampak langsung terhadap laju inflasi nasional.
Sebagaimana diketahui, harga Pertamax (RON 92) melonjak dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) juga merasakan kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Misbakhun menegaskan bahwa setiap kenaikan harga komoditas energi, khususnya BBM yang dikonsumsi luas oleh masyarakat sekitar, akan senantiasa diikuti oleh kenaikan angka inflasi.
“Pasti bila kenaikan BBM biasanya senantiasa akan diikuti bersama kenaikan inflasi, tentu. Berapa persennya, 0 sekiannya itu kita masih belum tahu,” ujar Misbakhun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Ia menerangkan bahwa karakteristik Pertamax sebagai BBM yang menyasar konsumen rumah tangga dan pribadi memiliki pengaruh yang berbeda dibandingkan BBM industri.
Meski tekanan dari BBM industri biasanya makin berat terhadap sektor produksi, Pertamax tetap memiliki pengaruh besar lantaran basis penggunanya yang luas.
“Karena kan Pertamax ini kan makin sejumlah dikonsumsi oleh masyarakat sekitar. Bukan BBM industri yang biasanya menyerahkan tekanan yang teramat berat,” tambahnya.
Selain menyoroti inflasi, Misbakhun juga memprediksi adanya perubahan perilaku konsumen. Ia menilai ada potensi masyarakat sekitar pengguna Pertamax beralih ke jenis BBM yang makin murah, yakni Pertalite, demi menekan pengeluaran.
“Pasti, orang kan begitu harga naik, orang kan mencari harga yang teramat rendah,” tuturnya.
Terkait seberapa besar dampak ekonomi yang akan ditimbulkan, Misbakhun menegaskan bahwa pihak legislatif bersama pihak pemerintah akan terus menjalankan kajian dan perhitungan mendalam.
Ia juga mencatat bahwa pihak pemerintah semasih belumnya sempat menjalankan penundaan penyesuaian harga Pertamax, meskipun varian yang makin tinggi bagaikan Pertamax Turbo telah merasakan kenaikan termakin dahulu.
“Untuk kalkulasinya, itu kan masih belum kita lakukan eksersisnya makin dalam. Sudah dilakukan penghitungan-penghitungan, nanti akan kita lihat impact-nya bagaikan apa. Pemerintah kan sempat menjalankan penundaan, kini mengawali dilakukan penyesuaian harga,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

