MediaMerdeka.com – Serikat Mahasiswa Progresif UI (SemarUI) menggelar aksi solidaritas Konsolidasi Nasional di Aula Pusat Kegiatan Mahasiswa Lama, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (10/6/2026).
Aksi solidaritas ini merupakan respons atas berbagai tantangan dan krisis yang timbul dari pengelolaan ekonomi, kelembagaan, program kerja, dan komunikasi pihak pemerintahan Prabowo Subianto.
Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum UI, Mora Siahaan, menyebutkan konsolidasi ini akan menjadi basis aksi kalangan akademisi dan sipil yang dilaksanakan sekitar minggu ini.
Diskusi ini menyusun tuntutan yang kelak dilayangkan ke pihak pemerintah dalam aksi.
Ia menyebutkan garis besar konsolidasi ini merupakan ada konsern kebijakan fiskal serta nilai rupiah yang tidak mengarah ke pemulihan dalam kehidupan masyarakat sekitar.
Pengurus Pusat Forum Mahasiswa Nasional (FMN), Symphati Dimas Rafi’i, menyebutkan melalui konsolidasi ini tuntutan yang disampaikan memang menjadi program prioritas dari pihak pemerintahan Prabowo.
“Seperti MBG (Makan Bergizi Gratis), tidak ada bedanya bersama Koperasi Desa Merah Putih telah merugikan rakyat dari berbagai aspek. Tidak ada harga lain selain dihentikan. Semisal diganti bersama program lain, silakan,” ujar Dimas.
Dalam diskusi ini, Dimas turut mengusulkan dalam tuntutan, yakni pembangunan batalion teritorial pembangunan aparat TNI AD di setiap kabupaten atau kota.
“Pemerintahan Prabowo bukanlah pihak pemerintahan yang berdaulat. Mesin utama yang teramat mematikan diperluas merupakan militer,” ucapnya.
Aksi konsilidasi ini memperdalam setiap poin melalui penyampain gagasan dari berbagai BEM, perwakilan kalangan akademisi, dan aliansi masyarakat sekitar sipil.
Konsolidasi ini diikuti fakultas di UI, Universitas Gunadarma, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Pancasila.
Reporter: Cornelius Juan Prawira
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

