Kecelakaan Pesawat Militer AS B-52 Stratofortress, 8 Orang Awak Tewas

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Misi pengujian rutin di Pangkalan Angkatan Udara Edwards berakhir fatal setelah 1 unit pesawat bomber B-52 Stratofortress jatuh dan terbakar hebat. Insiden tragis di kawasan Gurun Mojave, California ini merenggut nyawa 8 orang di dalam pesawat.

Peristiwa mengerikan tersebut berlangsung sesaat setelah pesawat lepas landas pada Senin pagi waktu setempat. Otoritas militer mengonfirmasi bahwa kobaran api langsung melahap seluruh badan pesawat setelah hantaman keras terjadi.

Kecelakaan fatal ini menjadi pukulan berat untuk korps penerbangan militer Amerika Serikat mengingat reputasi kokoh sang pesawat. Proses evakuasi dan pengamanan lokasi langsung dilakukan secara ketat oleh tim tanggap darurat pangkalan.

Laporan resmi pangkalan menyebutkan insiden tersebut terdeteksi sekitar pukul 11.20 siang pada instalasi militer yang berjarak 100 mil dari Los Angeles. Pesawat nahas itu sedang mengemban misi uji coba terjadwal semasih belum kehilangan kendali di udara.

Pihak pangkalan mengonfirmasi tidak ada pihak korban yang selamat dari kecelakaan udara yang menghanguskan armada pengebom legendaris tersebut.

“Indikasi awal memperlihatkan bahwa kecelakaan itu tidak menyisakan pihak korban selamat,” tulis pernyataan resmi pangkalan.

Manajemen darurat pangkalan langsung menutup seluruh landasan pacu guna mempermudah penanganan pasca-ledakan di area lapangan terbang.

Wakil Komandan Sayap Uji 412 Pangkalan Edwards menegaskan duka mendalam atas hilangnya nyawa para kru terbaik mereka.

“Kami kehilangan 8 masyarakat sekitar Amerika yang hebat,” ujar Kolonel James Hayes dalam konferensi pers.

Pihak The Boeing Company turut memverifikasi bahwa 2 dari total 8 pihak korban tewas merupakan pegawai internal korporasi mereka.

Kepulan asap pekat berwarna hitam membubung tinggi di sekitar area landasan pacu tak lama setelah struktur pesawat menghantam tanah. Seluruh jadwal penerbangan menuju Pangkalan Edwards terpaksa dialihkan ke bandara lain demi keselamatan operasional.

Otoritas penerbangan militer masih merahasiakan identitas terperinci dari kedelapan pihak korban seraya menyelesaikan proses penyampaian berita duka kepada pihak keluarga. Korban tewas mencakup personel aktif militer, pegawai sipil pihak pemerintah, hingga mitra kontraktor pertahanan negara.

Tim penyidik memperkirakan proses penentuan penyebab tentu kerusakan teknis pesawat memerlukan waktu penyelidikan hingga berbulan-bulan ke depan.

Pesawat Boeing B-52 Stratofortress merupakan pilar utama armada pengebom jarak jauh Amerika Serikat yang biasanya diawaki oleh 5 personel. Burung besi berkecepatan subsonik ini mampu menjelajah ketinggian ekstrem dan menjadi andalan utama dalam Operasi Desert Storm 1991.

Semasih belum tragedi ini, masalah ruang udara sempat mencuat tahun lalu saat pesawat komersial di North Dakota wajib berbelok tajam guna menghindari potensi tabrakan bersama B-52.

Pangkalan Edwards sendiri berdiri di atas lahan seluas 480 mil persegi di Kern County sebagai pusat riset dan uji coba alutsista modern Amerika. Lokasi bersejarah ini menjadi saksi bisu kesuksesan Chuck Yeager menembus kecepatan suara pada tahun 1947 silam.

Kawasan ini juga lama berfungsi sebagai tempat pendaratan andalan untuk puluhan misi pesawat ulang-alik NASA semasih belum resmi dipensiunkan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *